Viral Mahasiswa di Jambi Tolak Omnibus Law Berlarian ke Masjid, Ini Faktanya

Jambi – Sebuah video yang menunjukkan banyak mahasiswa berlarian ke dalam masjid beredar di media sosial (medsos). Video berdurasi 1 menit itu terjadi saat demo penolakan omnibus law UU Cipta Kerja di Jambi.Dari video yang beredar, tampak massa mahasiswa dari berbagai kampus di Jambi itu kabur menghindari kejaran pihak kepolisian. Di antara mereka terlihat ada yang pingsan karena terkena tembakan gas air mata.Belakangan diketahui, peristiwa massa berlari ke dalam masjid itu terjadi pada Selasa (20/10) kemarin. Saat itu, mahasiswa gabungan dari berbagai kampus di Jambi lakukan aksi demo tolak omnibus law di DPRD Jambi hingga berakhir ricuh.

Demo itu tak menemui titik terang hingga akhirnya massa mulai terprovokasi dan terjadi aksi saling dorong dan saling lempar. Demo yang tidak terkendali itu kemudian dibubarkan polisi dengan menembakkan gas air mata serta tembakan air dari water canon.Polisi menegaskan tak ada penembakan gas air mata di area masjid (Screenshot video viral)Tindakan yang dilakukan polisi ternyata tidak membuat massa bubar. Polisi kemudian melakukan pembubaran hingga keluar gedung DPRD Jambi lantaran massa sudah mulai anarkis. Tak sampai disitu, dalam aksi unjuk rasa itu, massa bahkan membakar motor dinas polisi di jalan. Tindakan massa ini sehingga membuat polisi kemudian kembali membubarkan dengan tembakan gas air mata yang membuat massa kabur berlindung ke dalam masjid.”Jadi begini, kita di sini petugas sudah melakukan tindakan sebaik mungkin, lalu massa yang terdiri dari mahasiswa itu sudah mulai anarkis, motor dinas polisi bahkan ada yang sampai dibakar. Tembakan gas mata itu kita lakukan untuk membubarkan massa lalu massa itu masuk ke dalam masjid, dan polisi tidak sampai melakukan penembakan ke dalam masjid. Gas air mata itu kan asap jadi berterbangan oleh angin, dan petugas tidak sampai menembak ke dalam masjid,” kata Humas Polresta Jambi, Ipda Jefri Simamora, kepada DavidHallcom, Rabu (21/10/2020).Menurut Jefri, aksi demo yang dilakukan massa itu sudah tidak berjalan dengan baik. Polisi bahkan mempersilakan massa dalam menyampaikan aspirasinya namun dengan baik dan tanpa tindakan yang anarkis.”Kita bahkan bingung, terkadang massa ini hanya sekadar ikut-ikutan demo saja, ketika kita tanya apa yang mereka demo itu, mereka bahkan ada yang tidak tahu dan tidak bisa menjawab. Lalu kita harus meluruskannya, jika tidak ada petugas yang sengaja sampai menembaki masjid dengan gas air mata. Hanya saja tujuannya untuk membubarkan massa yang anarkis,” ujar Jefri.Tonton video ‘Polisi Pukul Polisi Saat Amankan Demo Jambi, Ini Kata Polri’:[Gambas:Video 20DavidHall]

(jbr/jbr)

Informasi Dari : wikipedia.org

Hari Pertama Bioskop Buka di Jakarta, Rasa Kangen Penonton Terobati

Jakarta – Bioskop di Jakarta akhirnya kembali dibuka. Bagaimana tanggapan pengunjung yang hadir di hari pertama?Seorang pengunjung bernama Yola (35) mengaku sudah lama menanti pembukaan bioskop sejak Februari 2020. Dia memutuskan datang di hari pertama karena sudah tidak sabar dan hendak mengobati rasa kangen menonton di bioskop.”Alasannya karena sudah lama banget, sudah dari bulan Februari ya kayaknya. Terus sudah kangen saja pengin nonton di bioskop, dulu sebelum PSBB, sebelum ada Corona hampir tiap minggu itu jadi langganan untuk melepaskan beban atau stres dari kerjaan,” kata Yola saat ditemui di CGV Mal Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Rabu (21/10/2020).

Yola mengaku tidak kesulitan mengikuti protokol kesehatan di bioskop. Menurutnya, pembelian tiket dan makanan secara online malah justru semakin memudahkannya.”Tapi karena online begini ngisi-ngisinya gampang saja sih, nggak harus nulis langsung scan barcode saja tadi, gampang-gampang saja semua,” ungkap Yola.Bioskop CGV Grand Indonesia dibuka kembali. (Arun/DavidHallcom)Hal senada diungkapkan Yose Rizal (40). Warga Kebon Jeruk, Jakarta Barat, itu mengaku sudah lama menunggu untuk bisa menonton film di bioskop meski tetap ada kekhawatiran dalam situasi pandemi.”Iya kekhawatiran tetap ada, cuma ya karena memang saya sudah nunggu lama pengin ke bioskop sudah 8 bulan ditambah saya juga baca artikel yang mengatakan cukup aman ya di bioskop aman untuk nonton,” ungkap Rizal.Terpantau pukul 15.50 WIB, pengunjung mulai berdatangan ke CGV Grand Indonesia. Pengunjung wajib mengisi data lewat QR Code dan memakai masker selama di dalam bioskop.PR Manager CJ Cinemas Indonesia Hariman Chalid mengatakan pengunjung wajib menggunakan masker selama menonton film. Nantinya, akan ada petugas yang melakukan pengawasan di dalam bioskop.”Kami harap penonton menggunakan masker sepanjang pertunjukan film. Jangan dilepas maskernya nanti akan ada staf kami yang mengecek secara random untuk pengawasannya. Ketika selesai kami harapkan nanti akan ada staf kami yang memandu keluar dan membukakan pintu untuk para penonton. Dan kami harap tidak berlama-lama di dalam area kami atau mencegah kerumunan di bioskop,” kata Hariman di CGV Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Rabu (21/10).

(imk/imk)

Informasi Dari : wikipedia.org

Khofifah Ajak BPBD hingga Dinsos Antisipasi Peningkatan Hujan Akibat La Nina

Sidoarjo – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meminta jajaran terkait bersiap mengantisipasi peningkatan curah hujan, akibat adanya fenomena anomali iklim La Nina. Mulai dari BMKG, BPBD, Dishub, PU Cipta Karya, Binamarga dan Dinas Sosial.”Berdasarkan data dari BMKG menunjukkan, La Nina dapat menyebabkan terjadinya peningkatan akumulasi curah hujan naik 25 persen,” Kata Khofifah usai memimpin rapat koordinasi bersama semua pihak untuk kesiapsiagaan, di Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim, Rabu (21/10/2020).Khofifah meminta, semua pihak utamanya instansi yang memiliki kemampuan kebencanaan untuk segera memitigasi, dari setiap potensi kebencanaan dari hulu hingga hilir. Maka, rapat koordinasi hari ini harus bisa mem-break down secara detail. Terutama pada jalur-jalur evakuasi jika terdapat bencana banjir, longsor ataupun angin puting beliung. Untuk itu, seluruh instansi kebencanaan harus melakukan antisipasi bersama.

“Saya minta ini harus didetailkan. Baik BMKG, BPBD, Dinsos, Dinas PU Cipta Karya, Dinas Kesehatan, hingga Bappeda dan seluruh instansi kebencanaan untuk mengantisipasi adanya dampak yang terjadi. Ini sesuatu yang kompleks karena kebencanaan yang terjadi dapat mengakibatkan kemiskinan baru,” imbuhnya.Secara khusus, mantan Menteri Sosial itu menginstruksikan jajarannya untuk segera memitigasi secara detail dari hulu hingga hilir, dengan mulai menghitung seluruh potensi dampak yang ditimbulkan terhadap sektor sosial, ekonomi dan kehidupan masyarakat. Baik tempat evakuasi, dampak sosial dan ekonomi seperti pertanian, perkebunan, perikanan dan sebagainya.”Kalau kita bisa mendetailkan koordinasi secara operasional, akan bagus dalam melangkah menangani kesiapsiagaan bencana. Kami tidak ingin terlambat merespons adanya fenomena La Nina,” terangnya.Gubernur perempuan pertama di Jatim itu mengingatkan, di masa Pandemi COVID-19 ini, penanganan bencana harus dilakukan secara detail dan terukur. “Kita harus mem-break down, jikalau nanti ada evakuasi. Pandemi COVID-19 belum berakhir. Kita sama-sama melakukan antisipasi lebih terukur melalui pola mitigasi. Mulai dari hulu hingga hilir seperti apa,” ungkapnya.Khofifah mengibaratkan, jika nantinya terjadi banjir, puting beliung, maupun longsor bisa melakukan evakuasi di mana saja, dengan tetap menjaga protokol kesehatan. Inilah yang membedakan antara antisipasi risiko bencana alam saat ada dan tidak ada pandemi COVID-19.Simak juga video ‘BMKG: Puncak La Nina dan Musim Hujan Desember-Januari’:[Gambas:Video 20DavidHall]

Informasi Dari : wikipedia.org

Polisi: 6 Pembunuh Wartawan Demas Laira Masih Satu Keluarga

Jakarta – Polda Sulawesi Barat (Sulbar) mengungkapkan motif pembunuhan terhadap wartawan media online di Mamuju Tengah, Demas Laira. Polisi menyebut para pelaku tega menghabisi korban karena sakit hati setelah keluarganya dilecehkan.Kabid Humas Polda Sulbar AKBP Syamsu Ridwan mengatakan Demas Laira diduga melakukan pelecehan terhadap seorang perempuan berinisial K saat dalam perjalanan dari Kabupaten Pasangkayu ke Mamuju Tengah.Perempuan berinisial K itu lalu meminta tolong kepada keluarganya. Kemudian para pelaku mengejar korban hingga akhirnya melakukan penganiayaan yang menyebabkan Demas Laira meninggal dunia. Semua pelaku masih punya hubungan keluarga.

“Semua pelaku masih satu keluarga. Dari hasil pemeriksaan sementara, para pelaku melakukan pembunuhan akibat sakit hati karena keluarga mereka dilecehkan oleh korban,” kata Syamsu Ridwan di Mamuju, Rabu (21/10/2020), seperti dilansir Antara.Namun, polisi masih terus mengembangkan penyelidikan terkait penangkapan keenam orang diduga sebagai pelaku pembunuhan tersebut. “Saat ini masih terus dilakukan pemeriksaan intensif terhadap para pelaku,” kata dia.Keenam orang itu ditangkap di sejumlah tempat, dari Kabupaten Mamuju Tengah hingga Gorontalo. Lima orang sudah diamankan di Polres Mamuju Tengah dan satu orang masih dalam perjalanan dari Gorontalo ke Mamuju Tengah.Keenam pelaku itu ialah Syamsul (32), yang ditangkap di Mandar, Pohuwato, Gorontalo; Nawir (30) ditangkap di Karossa, Mamuju Tengah, Sulbar; Doni (20) ditangkap di Karossa, Mamuju Tengah, Sulbar; Haerudin (18) ditangkap di Karossa, Mamuju Tengah, Sulbar; Ilham (19) ditangkap di Karossa, Mamuju Tengah, Sulbar; serta Ali Baba (25) ditangkap di Pasangkayu, Sulbar.”Pelaku berinisial AB inilah yang diduga sebagai eksekutor, sementara lainnya memiliki peran masing-masing dan itu yang terus didalami,” ujarnya.Sebelumnya, Demas Laira (28), seorang wartawan yang bekerja di beberapa media online, ditemukan tewas bersimbah darah dengan 17 luka tikaman di tubuhnya. Dia ditemukan tewas di jalan poros Mamuju-Palu, Sulawesi Tengah, tepatnya di wilayah Dusun Salu Bijau, Desa Tasokko, Kecamatan Karossa, Kabupaten Mamuju Tengah, pada Kamis dini hari (20/8) sekitar pukul 02.00 Wita.Di lokasi kejadian, polisi menemukan sejumlah barang milik korban, yakni sebuah sepeda motor, dompet, serta tiga kartu pers atas nama Demas Laira. Namun, telepon genggam milik korban tidak ditemukan di lokasi ditemukannya jasad Demas Laira.Simak video ‘Minim Barang Bukti, Kendala Polisi Usut Pembunuhan Demas Laira’:[Gambas:Video 20DavidHall]

(jbr/idh)

Informasi Dari : wikipedia.org

Eksepsi Ditolak, Pengacara Akan Buktikan Pinangki Tak Bersalah

Jakarta – Majelis hakim menolak eksepsi (nota keberatan) yang diajukan Pinangki Sirna Malasari dan tim pengacara. Pengacara mengatakan akan membuktikan Pinangki tak bersalah.”Putusan itu kami hormati, dan kami juga seperti disampaikan hakim tadi, memiliki hak untuk melakukan upaya hukum terhadap putusan sela ini,” kata pengacara Pinangki, Aldres Napitupulu, seusai sidang di PN Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakpus, Rabu (21/10/2020).Aldres mengaku optimistis Pinangki tidak bersalah. Dia mengatakan akan membuktikan Pinangki tidak bersalah.

“Yang pasti untuk sidang selanjutnya itu kan akan dimulai dengan pemeriksaan saksi, ya kami siap membuktikan bahwa Ibu Pinangki tidak bersalah sebagaimana yang dituduhkan dalam dakwaan,” ucapnya.Selain itu, Aldres mengomentari tanggapan jaksa atas eksepsi. Aldres menyebut dakwaan jaksa tidak jelas.”Penuntut umum masih tidak menjelaskan hal-hal yang kami sampaikan dalam eksepsi kami, yaitu tidak jelasnya kapan Pinangki terima uang, dari katanya Andi Irfan Jaya,” kata Aldres.”Kami katakan tidak jelas di mana menyamarkannya, di mana layering-nya pencucian uang di perkara ini. Kemudian dia jawab, bahwa digunakan untuk keperluan pribadi, lo iya bukan pencucian uang, itu namanya kalaupun benar itu menikmati hasil kejahatan, bukan pencucian uang,” imbuhnya.Sebelumnya, majelis hakim menolak eksepsi yang diajukan Pinangki Sirna Malasari atas kasus suap dari Joko Soegiarto Tjandra alias Djoko Tjandra dan TPPU. Sidang pun dilanjutkan pada pemeriksaan saksi.”Mengadili menyatakan keberatan penasihat hukum tidak diterima. Memerintahkan sidang dilanjutkan,” kata ketua majelis hakim IG Eko Purwanto dalam sidang putusan sela.Sidang pemeriksaan saksi akan dilanjutkan pada Senin, 2 November 2020. Ada enam saksi yang akan dihadirkan di sidang nanti.

(zap/knv)

Informasi Dari : wikipedia.org

Moeldoko: Semua Ditegur Presiden, Komunikasi terkait UU Cipta Kerja Sangat Jelek

JAKARTA, Davidhall.me – Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menyebut bahwa Presiden Joko Widodo menegur seluruh menteri dan jajarannya karena komunikasi publik yang buruk terkait omnibus law Undang-Undang Cipta Kerja.
“Khusus omnibus Cipta Kerja, memang ada masukan dari banyak pihak. Kami semua ditegur presiden, komunikasi publik kami sungguh sangat jelek,” ujar Moeldoko di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (21/10/2020).
Moeldoko menyebut, karena komunikasi publik yang buruk itulah UU Cipta Kerja mendapat penolakan dari masyarakat luas.
Bahkan, aksi unjuk rasa dari kelompok buruh dan mahasiswa masih terus digelar hingga saat ini.
Baca juga: Muhammadiyah: Presiden Buka Peluang Revisi Materi UU Cipta Kerja
Menurut Moeldoko, para menteri kini mulai memperbaiki gaya komunikasinya di hadapan publik, khususnya saat berbicara soal UU Cipta Kerja.
Dengan begitu, diharapkan tidak ada lagi kesalahpahaman antara pemerintah dengan masyarakat.
“Untuk itu, ini sebuah masukan dari luar maupun teguran dari Presiden, kita segera berbenah diri untuk perbaikan ke depan dengan baik,” katanya.
Moeldoko mengakui di era dimana teknologi informasi berkembang pesat, pemerintah terkadang kewalahan menghadapi disinformasi dan hoaks di media sosial.
Baca juga: Seputar Demo 20 Oktober di Jakarta: Soroti Setahun Jokowi-Maruf, Bubar Tanpa Bentrokan
Tetapi, ia menegaskan, hal itu bukan sebuah alasan bagi untuk tidak berkomunikasi dengan baik.
“Kami selalu membenahi diri, kita selalu ingin memperbaiki diri,” ucap Moeldoko.
Sebelumnya, Presiden Jokowi menyebut aksi unjuk rasa menolak UU Cipta Kerja disebabkan oleh disinformasi dan hoaks di media sosial.
Namun sampai hari ini, naskah final UU yang disahkan pada 5 Oktober lalu itu belum bisa diakses publik di saluran resmi pemerintah maupun DPR.

Informasi Dari : wikipedia.org

Calon Pekerja Migran Dapat Pelatihan Bahasa Jepang dari Kemnaker

Jakarta – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mulai menggelar pelatihan Bahasa Jepang untuk calon pekerja migran Indonesia (CPMI) yang akan bekerja di Jepang melalui skema Indonesia-Japan Economic Partnership Agreement (EPA) tahap ke-13. Dalam pelatihan ini, peserta mendapatkan pembekalan bahasa dan instrumen perlindungan bagi CPMI.”Pelatihan Bahasa Jepang yang diselenggarakan ini merupakan upaya kita, selain untuk meningkatkan kompetensi, juga merupakan upaya memberikan instrumen perlindungan. Hal ini sebagaimana diamanahkan dalam Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2017,” kata Dirjen Binalattas Kemnaker Budi Hartawan dalam keterangan tertulis, Rabu (21/10/2020).Pelatihan dilaksanakan secara online diikuti 321 peserta, terdiri dari 25 kandidat nurse dan 296 kandidat careworker. Selain itu, ada tiga orang kandidat yang telah memiliki sertifikasi JLPT level N2, N3, dan N4, sehingga tidak perlu mengikuti pelatihan.

“Kami harapkan pelatihan dengan metode daring dilaksanakan tanpa menghilangkan substansi dan pencapaian kompetensi yang dibutuhkan,” sambung Budi.Dirjen Binapenta dan PKK Suhartono mengatakan keberangkatan pekerja dalam program EPA ke-13 ini sempat tertunda karena adanya pandemi COVID-19. Pemerintah Indonesia secara aktif berkomunikasi dengan Pemerintah Jepang terkait penundaan tersebut, salah satunya membahas upaya menjaga kemampuan bahasa Jepang para pekerja sampai dengan waktu keberangkatan.”Adapun jadwal keberangkatan Kandidat EPA-13 mengalami penundaan hingga adanya pemberitahuan resmi dari Pemerintah Jepang dan kondisi di Jepang kondusif,” jelas Suhartono.Kepada peserta pelatihan, Suhartono menerangkan pelatihan Bahasa Jepang ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk menyiapkan CPMI menjadi semakin siap untuk bekerja. Ia juga berpesan kepada peserta untuk tetap jaga kesehatan, karena kesehatan adalah kunci utama kita melakukan segala sesuatunya.”Terakhir, tanamkan sikap disiplin, santun, dan memiliki komitmen untuk memberikan pelayanan terbaik dalam pelaksanaan tugas nanti,” kata Suhartono.

(akn/ega)

Informasi Dari : wikipedia.org

Kasasi Jadi Pilihan Eksekutor Hakim Jamaluddin Lawan Vonis Mati

Jakarta – Jefri Pratama menggantung asa agar lolos dari vonis mati yang dijatuhkan oleh majelis hakim Pengadilan Tinggi Medan dalam kasus pembunuhan hakim Pengadilan Negeri (PN) Jamaluddin. Jefri mengajukan kasasi terhadap hukuman mati itu.Teranyar, pejabat Humas PN Medan, Immanuel Tarigan, mengatakan Jefri telah mengajukan kasasi pada Senin, 12 Oktober 2020.”Untuk Jefri Pratama telah mengajukan upaya hukum kasasi,” kata Immanuel saat dimintai konfirmasi, Rabu (21/10/2020).

Pengadilan Tinggi (PT) Medan sebelumnya mengubah vonis Jefri Pratama dari penjara seumur hidup menjadi hukuman mati. PT Medan menilai hukuman mati sangat layak diterima Jefri.”Menyatakan terdakwa M Jefri Pratama telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana Pembunuhan Berencana Yang Dilakukan Secara Bersama-Sama, sebagaimana didakwakan dalam Dakwaan Primair Penuntut Umum. Menjatuhkan pidana kepada terdakwa M Jefri Pratama oleh karena itu dengan pidana mati,” demikian bunyi putusan majelis banding yang dilansir website Mahkamah Agung (MA), Senin (21/9).Putusan itu diketok oleh hakim tinggi Ronius dengan anggota Purwono Edi Santoso dan Krosbin Lumban Gaol.Majelis hakim menilai perbuatan Jefri Pratama dan Reza Fahlevi sangatlah biadab dan terencana menghabisi nyawa hakim sehingga sangat layak untuk dijatuhi hukuman yang setimpal yaitu hukuman mati. Jefri dan Reza disuruh oleh istri Jamaluddin, Zuraida Hanum.”Terdakwa Reza Fahlevi dan saksi Jefri Pratama dan saksi Zuraida Hanum dapat dikategorikan sebagai perbuatan sadis dan tidak berperikemanusiaan dan sekaligus sebagai hal yang memberatkan, maka pidana yang akan dijatuhkan kepada Terdakwa Reza Fahlevi dan saksi Jefri Pratama dan saksi Zuraida Hanum harus diperlakukan sama dan adil, sesuai dengan amar putusan ini. Dan dengan putusan seperti itu akan memberikan efek jera dan takut kepada orang lain untuk tidak melakukan perbuatan yang sama di kemudian hari,” papar majelis.Zuraida membunuh suaminya di rumahnya di Perumahan Royal Monaco, Medan, pada 29 November 2019, dini hari.Zuraida menyuruh Jefri dan Reza untuk menghabisi suaminya. Kemudian jenazah Jamaluddin dibawa ke kebun sawit dan dibuat seolah-olah kecelakaan.

(aan/idn)

Informasi Dari : wikipedia.org

Polda Metro Tangkap 6 Pengeroyok Polisi Saat Demo Ricuh di Tamansari

Jakarta – Tim Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya dan Polres Jakarta Barat menangkap 6 pelaku pengeroyokan polisi berinisial AJS saat demo di Tamansari, Jakarta Barat. Para pelaku juga mencuri sejumlah barang milik korban tersebut.”Penangkapan kasus pencurian dengan kekerasan yang juga adanya pengeroyokan yang dilakukan oleh 6 tersangka yang sudah diamankan dengan perannya masing-masing. Korbannya adalah anggota Polri,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus, kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (21/10/2020).Para pelaku adalah MR (21), SD (18), dan MF (17), yang berperan mengeroyok korban, serta Y (29), AIA (25), dan FA (24), yang berperan sebagai penadah. Saat ini polisi masih memburu dua pelaku lainnya.

Dari 6 pelaku yang ditangkap, 2 di antaranya masih di bawah umur.”Pertama tersangka MR dari hasil keterangan, dia pukul tiga kali (korban) dan ambil HP-nya dan ada beberapa barang lain. Kemudian ada dua pelaku yang tidak kita tampilkan di sini karena anak di bawah umur dan ada dua lagi kita lakukan pengejaran,” ujar Yusri.Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat Kompol Teuku Arsya Khadafi mengatakan insiden itu terjadi pada Jumat (9/10) dini hari. Menurut Arsya, peristiwa bermula saat anggota polisi melihat massa yang hendak mengeroyok masyarakat.”Jadi korban, dia ini berupaya membantu seseorang dan pelaku saat itu melakukan perusakan di pospol atau halte. Kemudian ada orang umum mengingatkan dan malah jadi sasaran pelaku. Anggota mencoba menolong masyarakat umum dan dia jadi korban,” kata Arsya.Para pelaku kemudian ditangkap Tim Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya dan Polres Jakbar di bawah pimpinan Kompol Handik Zusen, AKP Noor Marghantara, AKP Herman Edco Simbolon, AKP Mugi Yarry, dan Kompol Teuku Arsya Khadafi.Kini, polisi tengah mengejar dua pelaku pengeroyokan yang telah menjadi DPO. Atas perbuatannya, para tersangka dikenai Pasal 365, 170, dan 480 KUHP dengan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara.

(fas/mei)

Informasi Dari : wikipedia.org

Pembahasan APBD-P Molor, DPRD DKI Targetkan Pengesahan November

Jakarta – DPRD DKI Jakarta menargetkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) 2020 disahkan bulan depan. Selain itu, DPRD DKI kini mulai membahas APBD 2021.Saat ini, Pemprov DKI Jakarta bersama DPRD sedang membahas Kebijakan Umum Perubahan Anggaran-Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUPA-PPAS) Perubahan APBD 2020. Rapat pembahasan masih berlangsung di tingkat komisi DPRD.”Nggak dikebut. Sesuai jadwal saja,” ucap Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, M Taufik, saat dihubungi, Rabu (21/10/2020).

Menurut M Taufik, pembahasan APBD-P yang biasanya dilakukan pada pertengahan tahun harus molor ke akhir tahun karena pandemi COVID. Ditargetkan, pengesahan APBD-P akan dilakukan pada pertengahan November.”Iya. Ini kan karena COVID. Tapi soal kebut mengebut tidak ada. Jadwal kita sesuai. Jadi pertengahan November 2020 sudah selesai pembahasan APBD-P,” ujar Taufik.”Kira-kira tanggal 13 November (paripurna pengesahan),” ujar Taufik.Sementara itu, untuk APBD 2021, rancangan anggaran baru akan dimasukkan minggu depan. Setelah itu, pengesahan akan dilakukan sebelum pergantian tahun.”Untuk APBD murni, sebulan saja cukup. Ya tahun lalu sama saja cuma memang sebelum Oktober (pembahasan). Senin (26/10) masuk (rencana) RAPBD murni 2021,” katanyaSeperti diketahui, seluruh komisi DPRD DKI Jakarta melaksanakan rapat di resort Grand Cempaka, kawasan Puncak, Kabupaten Bogor. Ada sekitar 800 orang yang hadir dalam rapat tersebut, termasuk dari satuan kerja perangkat daerah (SKPD).”Iya, semua komisi, pembahasan APBD Perubahan. Ada 800-an orang yang hadir dari Dewan dan SKPD,” ucap Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta, Abdul Aziz, saat dihubungi, Rabu (21/10).Untuk diketahui, jumlah seluruh anggota DPRD DKI adalah 106 orang. Ada 5 komisi di DPRD DKI yang membidangi pemerintahan, pekerjaan umum, hingga kesejahteraan rakyat.Kembali ke rapat di resort Puncak, menurut Aziz, resort atau wisma tersebut milik BUMD JakTour. Selain itu, wisma tersebut memiliki ventilasi yang cukup sehingga disebut bisa mencegah penyebaran virus Corona (COVID-19).”Di Bogor ini juga fasilitas Pemda (DKI), digunakan karena di Jaya Raya ini ventilasinya baik, sehingga meminimalisir penularan COVID-19,” kata Abdul Aziz.

(aik/knv)

Informasi Dari : wikipedia.org