Warga Ponorogo Ini Gotong Jenazah Menyeberangi Sungai Sejak Dulu

Ponorogo – Video warga Ponorogo gotong jenazah menyeberangi sungai viral di media sosial. Mereka memilih menyeberangi Sungai Semblumbung, ketimbang harus berputar lebih jauh.Sungai itu berada di Kelurahan Kadipaten, Kecamatan Babadan, Ponorogo. Selasa (20/10), warga menggotong jenazah menyeberangi sungai menuju makam Gedong yang ada di seberang permukiman.Warga memilih menyeberangi sungai ketimbang lewat jembatan yang jaraknya sekitar 1-2 kilometer dari permukiman. “Warga pertimbangannya lewat situ karena debit sungai kecil, kalau pas besar biasanya nunggu surut dulu. Kalau lewat Sungai Semblumbung hanya 200 meter jaraknya,” ujar perangkat Kelurahan Kadipaten, Wasis Nur Hidayat kepada wartawan, Rabu (21/10/2020).

Ia menambahkan, sekarang warga sudah jarang yang dimakamkan di makam Gedong. Sebab, sudah ada makam baru yang lebih mudah diakses. Atau tidak perlu menyeberangi sungai.”Sebenarnya masyarakat sekitar itu tidak memakamkan di situ karena akses jalannya itu kan juga punyanya Kadipaten cuma sedikit, sebelahnya sudah Cekok. Kalau tidak lewat sungai ini bisa lewat jembatan yang menghubungkan Patihan Wetan dengan Cekok,” terang Wasis.Video ‘Geger Warga Ponorogo Gotong Jenazah Lewati Sungai-Jalan Ekstrem’:[Gambas:Video 20DavidHall]

Informasi Dari : wikipedia.org

Pertamina Tanam Terumbu Karang di Pantai Katapang Banten

Jakarta – Masyarakat yang tergabung dalam Kelompok Konservasi Alam Bawah Laut Sukarame bergerak bersama PT Pertamina (Persero) melakukan transplantasi terumbu karang di Pantai Katapang, Carita, Pandeglang, Banten. Aktivitas transplantasi terumbu karang diinisiasi Pertamina melalui Fuel Terminal Tanjung Gerem, Marketing Operation Region (MOR) III.Kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) ini turut menggandeng Kelompok Konservasi Alam Bawah Laut Sukarame untuk menjaga keberlangsungan ekosistem laut di wilayah tersebut. Secara simbolis, transplantasi terumbu karang dan kerajinan kerang dilakukan oleh Fuel Terminal Manager Tanjung Gerem Ade Sepriadi bersama Ketua Kelompok Konservasi Alam Bawah Laut Sukarame Arip.”Terumbu karang memiliki fungsi penting dalam ekosistem laut. Transplantasi ini merupakan upaya kami untuk mendukung percepatan konservasi sekaligus melindungi ekosistem laut, terutama pasca tsunami beberapa tahun lalu yang turut berimbas pada keberlangsungan terumbu karang,” kata Unit Manager Communication Relations & CSR MOR III Eko Kristiawan dalam keterangan tertulis, Rabu (21/10/2020).

Dia berharap terpeliharanya terumbu karang di Pantai Ketapang, Kampung Sanghiyang, Desa Sukarame, Kecamatan Carita ini juga dapat menjadi objek wisata bawah air, sekaligus wisata edukasi bagi wisatawan.Selain transplantasi terumbu karang, Eko menambahkan kerja sama juga dilakukan dalam mengembangkan usaha kerajinan dari kerang. Kerang ini nantinya akan dijual sebagai souvenir dan dapat menjadi sumber penghasilan bagi masyarakat.”Kami berharap, program ini dapat dimanfaatkan tak hanya untuk melindungi biota laut. Juga untuk memajukan ekonomi masyarakat sekitar Pantai Ketapang,” kata Eko.Senada dengan itu, Ketua Kelompok Konservasi Arip mengungkapkan apresiasinya kepada Pertamina. Ia mengatakan transplantasi akan mendukung upaya rehabilitasi terumbu karang yang sedang dilaksanakannya.”Sinergi antara badan usaha Pertamina dengan kami dari masyarakat mencerminkan semangat kebersamaan untuk memperbaiki ekosistem alam. Kami berterima kasih atas keterlibatan Pertamina di sini,” jelas Arip.Sebagai informasi, kegiatan ini turut dihadiri perwakilan Dinas Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut Serang, Dinas Kelautan dan Perikanan, Dinas Pariwisata dan Dinas Kesehatan, serta Muspika setempat.

(akn/ega)

Informasi Dari : wikipedia.org

Keluarga Pejuang Tolak Ganti Rugi dari Belanda Demi Harga Diri

Jakarta – Pembantaian yang dilakukan serdadu Belanda kepada pejuang kemerdekaan Indonesia diperkarakan di Pengadilan. Pemerintah Belanda menawarkan ganti rugi kepada anak-anak dari warga Indonesia yang dieksekusi oleh serdadu Belanda saat perang kemerdekaan.Namun ternyata, tak semua keluarga korban pembantaian yang mengharapkan kompensasi itu. Seperti Andi Makmur Makka (75), anak dari korban eksekusi serdadu Belanda.Ayahnya, Makkarumpa Daeng Parani, dieksekusi di wilayah Parepare sekitar 1947. Tidak hanya ayahnya, ketiga saudaranya juga disebut hilang selama perang kemerdekaan melawan Belanda.

“Iya hilang, 3 saudara saya hilang. Bapak saya dan 3 saudara saya ikut. Ketika bapak saya tertembak, kakak saya yang kedua baru mendarat untuk melakukan penyerangan kepada belanda, dan tidak pernah ketemu,” cerita Andi Makmur saat berbincang dengan DavidHallcom, Rabu (22/10/2020).Andi Makmur menjelaskan bahwa dia sempat dihubungi oleh seseorang bernama Ivonne, yang merupakan orang keturunan Indonesia yang bermukim di Jerman. Menurutnya, permintaan kompensasi ini diprakarsai oleh orang-orang keturunan Indonesia yang bermukim di Belanda dan Jerman.Dari hasil investigasinya, tidak pernah ada suara bulat soal jumlah korban serdadu Belanda mencapai 40 ribu jiwa. Pendapat lain saat itu, kata Andi Makmur, korban di Sulsel sekitar 7.000 jiwa, tetapi belum termasuk korban dari rakyat biasa yang ditembak karena disebut melindungi pejuang kemerdekaan kala itu.”Jadi memang dari dulu dia (Ivonne) mencari anak anak korban yang ada di Sulsel, banyak kan di Sulsel. Kemudian mereka membikin apa namanya gerakan di sana, semacam yayasan sukarela, seperti LSM, menghubungkan orang ini dengan pemerintah Belanda, dan pengacaranya orang Belanda,” ungkapnya.

Informasi Dari : wikipedia.org

TPU Cikaret Bogor Longsor, Sejumlah Makam Direlokasi

Bogor – Tebing setinggi 6 meter di area pemakaman umum di Kelurahan Cikaret RT 02/RW 09 Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, longsor. Beberapa makam terpaksa direlokasi karena nyaris terbawa longsor.Kepala BPBD Kota Bogor Supriyatna mengatakan longsor terjadi setelah kawasan tersebut diguyur hujan deras. Tebing tanah yang gembur setelah diguyur hujan, kemudian longsor dan menutupi aliran sungai Cibereum yang berada persis di bawah tebing.”Kemungkinan tanah itu gembur ya, jadi karena intensitas hujannya tinggi sehingga tebing di ujung makam itu longsor,” kata Supriyatna kepada wartawan, Rabu (21/10/2020).

“Kalau makamnya tidak ada yang terbawa longsor. Tapi kalau dibiarkan, terus hujan lagi, khawatir lama-lama longsoran melebar dan kita khawatir ada makam yang terbawa longsor,” sambungnya.Sebagai antisipasi, kata Supriyatna, pihaknya kemudian menghubungi pihak ahli waris dari beberapa makam yang berada di sekitaran tebing untuk direlokasi.”Kita hubungi ahli waris dari beberapa makam yang posisinya rawan terbawa longsor, kita bicarakan baik-baik, akhirnya ahli waris setuju dan bersedia kalau makam keluarganya dipindah. Ada dua makam ya g direlokasi ke tempat aman,” jelas Supriyatna.Saat ini, lanjut Supriyatna, pihaknya sudah memasangi tebing yang longsor menggunakan terpal. Agar tebingan tidak tertimpa hujan dan menambah resiko terjadinya longsor. Pihaknya juga sudah mengevakuasi batang pohon bambu dan material longsor yang menutupi aliran sungai Cibereum.”Kita juga sudah hubungi dinas terkait untuk lakukan perbaikan di tebing. Karena ke depan, kita masih akan terus diguyur hujan, karena ini kan sudah masuk musimnya,” tambahnya.Supriyatna juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap dampak musim hujan di Kota Bogor. Selain kerap menimbulkan bencana longsor, hujan disertai angin kencang juga kerap melanda dan kerap menimbulkan bencana pohon tumbang.”Selain waspada longsor, juga waspada terhadap dampak angin kencang. Kita ini banyak pohon besar, beberapa kali sempat terjadi pohon tumbang. Hindari pohon-pohon besar hujan disertai angin kencang, jangan berteduh dibawah pohon,” katanya.

(ern/ern)

Informasi Dari : wikipedia.org

PM Polandia Rekomendasi Status Zona Merah Ditetapkan ke Seluruh Wilayahnya

Polandia – Perdana Menteri Polandia Mateusz Morawiecki mengatakan pada Rabu bahwa dia ingin tindakan penguncian zona merah Corona diperluas ke seluruh bagian negaranya. Langkah ini dilakukan karena lonjakan kasus Corona di Polandia.Dilansir dari AFP, Kamis (22/10/2020), dalam 24 jam terakhir kenaikan kasus positif Corona di Polandia mencapai 10.040 kasus. Hampir separuh negara, kebanyakan tersebar di kota besar yang telah ditetapkan sebagai zona merah Sabtu lalu.”Saya akan merekomendasikan bahwa mulai Sabtu semua Polandia akan menjadi zona merah,” kata Perdana Menteri Mateusz Morawiecki kepada stasiun TV swasta Polsat menjelang pertemuan tim krisis yang secara resmi akan memutuskan tindakan tersebut.

Morawiecki sudah menyarankan “semua orang yang bisa bekerja dari jarak jauh” mulai minggu lalu.Semua sekolah menengah di zona merah ditutup dan telah beralih ke pembelajaran jarak jauh. Klub kebugaran dan kolam renang juga ditutup.Restoran tutup pada pukul 21:00 (1900 GMT), pernikahan dilarang dan ada batasan ketat pada jumlah orang yang diizinkan di toko dan di angkutan umum dan di tempat keagamaan.Pemerintah Morawiecki juga mengatakan akan menggunakan stadion nasional Polandia sebagai rumah sakit lapangan untuk Warsawa dan membangun fasilitas medis sementara di tempat lain, karena lonjakan kasus virus korona membuat fasilitas perawatan kesehatan semakin parah.

(eva/eva)

Informasi Dari : wikipedia.org

Bioskop di Surabaya Belum Bisa Dibuka, Pemkot Minta Warga Bersabar

Surabaya – Pemkot Surabaya belum mengeluar izin pembukaan bioskop di tengah pandemi COVID-19. Pihaknya masih menunggu pembahasan dengan pakar epidemiologi.Wakil Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Surabaya, yang juga Kepala BPB Linmas Kota Surabaya Irvan Widyanto mengatakan, bioskop di Surabaya belum memungkinkan untuk dibuka.”Yang jelas rapat terakhir kita dengan pakar epidemiologi dan pakar kesehatan masyarakat juga masih belum dimungkinkan,” kata Irvan kepada DavidHallcom, Rabu (21/10/2020).

Irvan menambahkan, pihaknya juga akan kembali melakukan kajian dengan pakar kesehatan. “Kita tetap mempertimbangkan keselamatan warga,” ungkap Irvan.

Informasi Dari : wikipedia.org

Imbas Pandemi Corona, APBD-P 2020 DKI Diperkirakan Merosot

Jakarta – DPRD bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta sedang membahas APBD Perubahan (APBD-P) 2020. Diperkirakan, APBD-P 2020 akan berkurang karena ada pandemi virus Corona (COVID-19).”Di 2020, (pendapatan) itu Rp 57 triliun APBD-P-nya. Dari (APBD murni) Rp 87,9 (triliun) jadi sekarang APBD-nya sisa Rp 57 triliun,” ucap Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, M Taufik, saat dihubungi, Rabu (21/10/2020).”Memang, terkontraksi cukup besar, 46 persen,” katanya.

Pendapatan anggaran itu termasuk dana bantuan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sebesar Rp 3,2 triliun. Dana PEN akan digunakan dalam pembiayaan proyek yang berhenti karena COVID.”Tahun ini kita dapat Rp 3,2 T. Itu akan dipakai untuk 6 kegiatan. Ada infrastruktur, kebudayaan. Proyek-proyek yang ditetapkan di 2020 lalu karena COVID dia berhenti. Itu dibiayai dengan PEN ini,” kata M Taufik.”Ada Jakarta International Stadium, ada normalisasi kali dan pelebaran kali, pembebasan lahan untuk kali, ada underpass dan flyover,” sambungnya.Penurunan dalam APBD 2020 akan sangat berpengaruh di APBD 2021. APBD DKI Jakarta tahun 2021 disebutnya tidak akan jauh dari angka Rp 57 triliun.”Mungkin APBD murni 2021 Rp 60-an triliun,” ucap Taufik.

(aik/idn)

Informasi Dari : wikipedia.org

Ini Sebaran 4.267 Kasus Baru Corona pada 21 Oktober

Jakarta – Pemerintah melaporkan tambahan 4.267 kasus positif Corona di Indonesia hari ini. Berikut ini sebaran 4.267 kasus baru Corona hari ini.Berdasarkan data dari Satgas Penanganan COVID-19, Rabu (21/10/2020), kasus positif Corona hari ini bertambah 4.267. Total kasus positif Corona di Indonesia menjadi 373.109Penambahan kasus terbanyak hari ini masih terjadi di DKI Jakarta, yakni 1.000, sehingga total akumulasi kasus positif di DKI menjadi 97.217.

Kemudian disusul Provinsi Jawa Barat dengan tambahan 657 kasus positif baru, sehingga total kasus di Jabar sebanyak 31.907 kasus. Lalu diikuti Jawa Tengah dengan penambahan 374 kasus.Berikut ini data sebaran kasus positif Corona di 34 provinsi hari ini:1. Aceh: 79 (kumulatif 6.844)2. Bali: 87 (kumulatif 11.042)3. Banten: 171 (kumulatif 8.093)4. Bangka Belitung: 15 (kumulatif 538)5. Bengkulu: 2 (kumulatif 917)6. DI Yogyakarta: 33 (kumulatif 3.389)7. DKI Jakarta: 1.000 (kumulatif 97.217)8. Jambi: 22 (kumulatif 1.049)9. Jawa Barat: 657 (kumulatif 31.907)10. Jawa Tengah: 374 (kumulatif 30.218 )11. Jawa Timur: 327 (kumulatif 49.801)12. Kalimantan Barat: 0 (kumulatif 1.451)13. Kalimantan Timur: 183 (kumulatif 12.221)14. Kalimantan Tengah: 13 (kumulatif 4.162)15. Kalimantan Selatan: 20 (kumulatif 11.508 )16. Kalimantan Utara: 20 (kumulatif 735)17. Kepulauan Riau: 97 (kumulatif 3.012)18. Nusa Tenggara Barat: 32 (kumulatif 3.785)19. Sumatera Selatan: 99 (kumulatif 7.328)20. Sumatera Barat: 279 (kumulatif 11.652)21. Sulawesi Utara: 27 (kumulatif 5.075)22. Sumatera Utara: 87 (kumulatif 12.212)23. Sulawesi Tenggara: 81 (kumulatif 4.382)24. Sulawesi Selatan: 97 (kumulatif 17.690)25. Sulawesi Tengah: 36 (kumulatif 762)26. Lampung: 44 (kumulatif 1.420)27. Riau: 313 (kumulatif 12.319 )28. Maluku Utara: 10 (kumulatif 2.152)29. Maluku: 7 (kumulatif 3.624)30. Papua Barat: 35 (kumulatif 3.688)31. Papua: 0 (kumulatif 8.368)32. Sulawesi Barat: 4 (kumulatif 971)33. Nusa Tenggara Timur: 13 (kumulatif 605)34. Gorontalo: 3 (kumulatif 2.972)

(isa/gbr)

Informasi Dari : wikipedia.org

Basarnas Bandung Minim Personel untuk Operasi Penyelamatan di Jabar

Sumedang – Direktur Operasi Basarnas Rasman MS mengatakan pihaknya minim personel untuk melakukan penyelamatan seperti pencarian dan pertolongan korban. Ia mengungkapkan personel Kantor SAR Bandung saat ini berjumlah 93 orang yang harus menangani semua daerah di Jabar.”Bayangkan, daerah Jawa Barat yang begitu luas dengan jumlah personel 93 orang, bisa berbuat apa? Paling tidak, idealnya harus 500 hingga 600 orang,” ucap Rasman saat ditemui di Kantor SAR Bandung, Jalan Raya Bandung-Garut, Kabupaten Sumedang, Rabu (21/10/2020).Guna mengisi kekurangan personel tersebut, kata Rasman, pihaknya setiap tahun membuka pelatihan sekaligus pembinaan kepada masyarakat berkaitan misi penyelamatan sehingga bisa berkolaborasi. Rasman menegaskan tugas Basarnas itu bertanggung jawab dalam operasi penyelamatan, namun saat kejadian bencana pihaknya harus kolaborasi dengan masyarakat dan lembaga lain.

“Keberadaan (anggota) kami terbatas. Sehingga lembaga pemerintah, non-pemerintah dan masyarakat yang diharapkan bisa memberikan tindakan awal di daerahnya masing-masing (jika terjadi bencana atau operasi penyelamatan),” kata Rasman.Menurutnya, sebanyak 94 kegiatan dari periode Januari hingga September 2020, Basarnas telah melaksanakan operasi penyelamatan di sejumlah daerah Jabar. Pihaknya terus meningkatkan kemampuan anggotanya dari mulai berenang dan menyelam, salah satunya dengan menggelar uji pelaksanaan operasi (lakops).Rasman menjelaskan, uji Lakops ini dapat meningkatkan kemampuan anggotanya dari mulai kesiapan menerapkan SOP dan melatih kemampuan dalam perencanaan sebuah operasi. “Kita menguji mereka dari mulai perencanaan, bagaimana dalam merencanakan sebuah operasi yang banyak potensi dan peralatan juga sedianya harus diorganisir,” tutur Rasman.

(bbn/bbn)

Informasi Dari : wikipedia.org

Pemuda yang Viral Ngamuk Ditegur Polisi Gegara Tak Bermasker Minta Maaf

Tegal – Video seorang pemuda marah-marah saat ditegur polisi karena tidak pakai masker di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, viral di media sosial. Setelah peristiwa tersebut, pemuda itu dipanggil polisi dan akhirnya meminta maaf.”Sudah dipanggil dan sudah meminta maaf secara tertulis,” kata Kasat Lantas Polres Tegal AKP Indra Jaya Syafputra saat dihubungi DavidHallcom, Rabu (21/10/2020).Indra menyebut polisi yang ada dalam video itu merupakan anggotanya yang sedang menggelar operasi yustisi penegakan disiplin protokol kesehatan virus Corona. Operasi yustisi itu digelar pada Sabtu (17/10) malam kemarin di Alun-alun Hanggawana Slawi.

“Itu anggota saat menggelar operasi gabungan penegakan protokol kesehatan bersama satgas COVID-19, termasuk Satpol PP,” terang Indra.Indra menyebut pemuda itu marah diduga karena malu ditegur petugas di depan banyak orang. Apalagi, lanjutnya, saat itu hanya dia sendiri yang tidak memakai masker.”Mungkin malu saat ditegur apalagi di hadapan banyak orang,” ujarnya.Sementara itu, salah satu polisi berseragam yang ada dalam video itu adalah Brigadir Syaefur Rohman. Saat dimintai konfirmasi wartawan, Rohman menjelaskan petugas menegur pemuda itu lantaran tidak memakai masker dan tidak mematuhi protokol kesehatan. Saat ditegur, pemuda itu marah dan melontarkan kata-kata yang tidak sopan.”Kemudian saya tegur tapi dia marah-marah dengan menyebut kata-kata yang menurut saya kurang sopan,” jelas Rohman kepada wartawan.Tayangan video seorang pemuda marah-marah ke polisi karena ditegur saat tidak pakai masker itu viral di media sosial. Peristiwa itu diketahui terjadi di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah.Video itu diunggah oleh akun Facebook Spot Harian Film pada Selasa (20/10) kemarin dengan judul ‘Viral Pemuda Tegal Memaki2 Pak Polisi Gara Gara Di Tegur Karna Tidak Memakai Masker’.Dalam video berdurasi 30 DavidHall itu, menunjukkan seorang pemuda yang belum diketahui identitasnya marah-marah kepada polisi. Pemuda tersebut tampak emosi dan berbicara keras kepada polisi yang menegurnya.Pemuda dalam tayangan itu marah saat ditegur karena tidak mengenakan masker. Terlihat dalam video, polisi hanya diam saat si pemuda marah-marah, tanpa memberikan respons apapun.”Tak takoni malah balik takon. Nyong takon ya dijawab! (Orang ditanya kok balik tanya. Saya bertanya ya dijawab),” kata pemuda itu dalam video seperti dilihat DavidHallcom, Rabu (21/10).

(rih/ams)

Informasi Dari : wikipedia.org