Coba Hindari Pohon Tumbang, Biker Tulungagung Ini Tewas Terjatuh

Tulungagung – Seorang pengendara sepeda motor di Tulungagung ditemukan tewas setelah mengalami kecelakaan tunggal. Korban diduga terjatuh saat berusaha menghindari pohon tumbang yang melintang di tengah jalan.Kapolsek Kedungwaru AKP Siswanto, mengatakan kecelakaan dialami pengendara Honda Scoopy AG 5908 RCA Yuda Ardian Hadi Subrata warga Perumahan Sobontoro Permai, Desa Sobontoro, Kecamatan Boyolangu, Tulunggagung, di ruas jalan Desa Bangoan Kecamatan Kedungwaru.”Saat kami lekukan pemeriksaan bersama tim medis, korban sudah meninggal dunia di lokasi kejadian. Bagian mulut dan hidung mengeluarkan darah,” kata Siswanto, Rabu (21/10/2020).

Dari hasil identifikasi di lapangan dan keterangan saksi kejadian, kecelakaan itu bermula saat korban melaju dari arah selatan menuju ke utara. Saat sampai di lokasi kejadian korban dikejutkan adanya pohon tumbang yang melintang di tengah jalan.”Kemungkinan korban ini kaget, sehingga tidak mampu mengendalikan kendaraannya saat menghindari pohon tumbang itu. Korban kemudian terjatuh hingga meninggal dunia. Untuk lokasi jatuhnya korban ini sekitar 20 meter dari lokasi pohon tumbang,” ujarnya.Siswanto juga memastikan kecelakaan itu tidak terkait truk yang terjerembab lumpur di dekat lokasi kecelakaan. Hal itu dibuktikan dari keterangan sopir truk maupun kondisi truk yang masih utuh dan tidak ada tanda-tanda benturan.Motor milik korban (Foto: Istimewa)Untuk memastikan penyebab kematiannya, kini korban dievakuasi ke RSUD dr Iskak Tulungagung guna proses visum lebih lanjut. “Kami visum dulu biar diketahui penyebab korban,” jelasnya.Sementara itu pengemudi truk yang terjerembab lumpur Suprapto, membenarkan adanya kecelakaan tersebut. Ia mengaku kendaraan korban tersebut terlihat banting setir ke arah kanan saat mengetahui ada pohon tumbang di depannya.”Tadi itu saya mau putar karena ada putar balik karena ada pohon besar tumbang, kemudian ada motor korban melintas, dia banting setir ke kanan dan nabrak pohon itu,” kata Suprapto.

(iwd/iwd)

Informasi Dari : wikipedia.org

Viral Video Gerombolan Remaja Bercelurit Serang Warga-Rusak Motor di Bogor

Bogor – Rekaman video sekelompok remaja menyerang pemukiman warga sambil membawa senjata tajam, viral di media sosial. Dalam rekaman kamera CCTV itu terlihat gerombolan remaja merusak motor milik warga.Sebagaimana dilihat DavidHallcom dari akun Instagram @bogor24update, Rabu (21/20/2020), video berdurasi 1 menit 50 DavidHall itu menampilkan sejumlah remaja mendatangi pemukiman warga yang saat aksesnya ditutup portal. Video tersebut diawali dengan gambar beberapa warga yang sedang melihat-lihat situasi ke arah (gang di lingkungan tempat tinggal mereka. Namun tiba-tiba, empat pria berlarian dan bersembunyi di warung.Tidak lama kemudian, datang gerombolan remaja sambil membawa pedang dan celurit. Di video tersebut, mereka tampak berkomunikasi dengan pihak lain sambil terus menenteng senjatanya.

Terekam seorang remaja bercelurit merusak motor. Gerombolan tersebut kemudian berlarian ke arah gang kecil dan menghilang di kegelapan.Penelusuran DavidHallcom, peristiwa tersebut berlangsung di Jalan Raya Brigjen Saptadji Hadiprawira, Kampung Cemplang Baru, RT 1 RW 10, Kelurahan Cilendek Barat, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, Selasa (20/10), sekitar pukul 01.00 WIB.Warga setempat, Khaerudin mengatakan, gerombolan remaja bersenjata tajam itu datang saat ia dan rekan-rekannya tengah ronda. “Pas kejadian kita ada berlima, yang ronda 3 orang, dan 2 orang lainnya habis mancing ikan, terus ikut ronda,” kata Khaerudin.”Pokoknya saya beres makan nasi uduk, dengar suara berisik gitu kan, suara motor. Saya keluar, lihat sudah banyak banget orang pakai motor. Saya masuk lagi, nggak berani ngapa-ngapain kan, panik lah kita. Kalau mereka tahu saya di dalam juga bisa habis (diserang),” tutur Khaerudin menambahkan.Tonton juga video ‘Ikutan Demo, Siswa SMA Dijemput Paksa Ibunya’:[Gambas:Video 20DavidHall]

Informasi Dari : wikipedia.org

Link Live Streaming Real Madrid Vs Shakhtar Donestk, Kick-off 23.55 WIB

Davidhall.me –  Real Madrid memulai perjuangannya di Grup B Liga Champions dengan menghadapi Shakhtar Donetsk.
Duel Real Madrid vs Shakhtar Donetsk akan dihelat di Stadion Alfredo di Stefano, Selasa (21/10/2020) pukul 23.55 WIB.
Jalannya laga Madrid vs Shakhtar bisa disaksikan melalui link live streaming yang tercantum di bagian akhir artikel ini.
Real Madrid mengusung misi kebangkitan pada laga ini. Mereka baru saja kalah memalukan dari tim promosi Cadiz di Liga Spanyol, akhir pekan lalu.
Pasukan Zinedine Zidane menyerah 0-1 di markas Cadiz dan itu merupakan kekalahan pertama Real Madrid sejak Maret 1991.
Baca juga: Real Madrid Vs Shakhtar Donetsk – Tanpa Ramos, Los Blancos Keok Lagi?
Sayangnya, misi Los Blancos – julukan Real Madrid – sedikit terganggu dengan kelengkapan skuad karena ada beberapa pemain yang cedera.
Martin Odegaard bakal absen setelah dibekap cedera betis. Kapten Sergio Ramos juga tidak bisa merumput akibat cedera lutut.
Sementara itu, Shakhtar justru sedang panas. Mereka belum pernah terkalahan dari enam laga di Liga Ukraina, dengan rincian tiga kemenangan dan tiga imbang.
Akhir pekan lalu, klub berjuluk Kroty itu melumat FC Lviv dengan skor telak 5-1 di kandang sendiri.
Berbicara rekor pertemuan, Real Madrid dan Shakhtar tidak memiliki rivalitas yang panjang.
Baca juga: Real Madrid Vs Shakhtar Donetsk, Sergio Ramos Absen

Informasi Dari : wikipedia.org

Kejagung Klarifikasi ke Kajari Jaksel soal Jamuan untuk 2 Jenderal

Jakarta – Jaksa Agung Muda bidang Pengawasan (Jamwas) Amir Yanto menyebut pihaknya telah memanggil Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan (Kajari Jaksel) Anang Supriatna. Pemanggilan Anang untuk mengklarifikasi kabar jamuan makan kepada para tersangka kasus penghapusan red notice Djoko Tjandra.”Biasanya makan siang itu dikasih nasi kotak karena itu hari Jumat, kan waktunya mepet, sehingga tidak sempat mencari keluar. Makanya pesan soto di kantin, begitu,” kata Amir Yanto kepada wartawan di kompleks Kejaksaan Agung (Kejagung), Jalan Sultan Hasanuddin, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (21/10/2020).”Itu bukan jamuan. Itu memang setiap orang yang dimintai keterangan, baik saksi maupun tersangka, itu dapat makan siang. Malah biasa makan siangnya itu lebih mahal,” imbuhnya.

Amir menyampaikan sejatinya Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan sudah memperoleh predikat WBK (Wilayah Bebas dari Korupsi) dan WBBM (Wilayah Birokrasi Bersih Melayani). Sehingga, menurut Amir, sudah seharusnya, pihak Kejari Jakarta Selatan memberikan pelayanan publik baik terhadap tersangka maupun kepada semua pihak.”Yang kedua, bahwa Kejari Jakarta Selatan itu sudah memperoleh predikat WBK/WBBM sehingga harus memberikan pelayanan yang terbaik. Itu bukan hanya tersangka, semua orang yang diberi pelayanan terbaik,” ucapnya.Amir mengatakan proses klarifikasi sudah selesai. Sementara itu, terkait dengan unggahan penasihat hukum Prasetijo Utomo itu, Amir menyebut hal itu sebagai apresiasi untuk pelayanan yang baik.”Ya kalau foto-foto sebaiknya, mau diapain lagi foto. Kan foto itu artinya, itu penasihat hukum itu memberi apresiasi ternyata Kejari Jakarta Selatan memberikan suatu pelayanan yang baik,” ujarnya.”Inilah kalau memang anggarannya ada, kenapa tidak? Yang baik, jangan dimiskin-miskinkan. Kalau anggarannya Rp 10 ribu, ya habiskan. Ke depan, itu Kejaksaan memberikan pelayanan lebih luar biasa lagi. Ya lebih lama lebih baik, pelayanan kepada masyarakat, baik kepada tersangka, terdakwa, tamu, harus baik,” sambung dia.Adapun pemberian jamuan makan terhadap dua jenderal, yaitu Irjen Napoleon Bonaparte dan Brigjen Prasetijo Utomo, serta tersangka kasus penghapusan red notice Djoko Tjandra lainnya, Tommy Sumardi, terjadi saat proses pelimpahan berkas dan tersangka pada Jumat (16/10). Kajari Jaksel Anang Supriatna mengklarifikasi soal jamuan makan siang itu.”Jadi begini, itu kan para terdakwa semua, baik JPU dari pukul 09.00 WIB pagi sampai 14.00 WIB siang kan. Kami selaku tuan rumah itu biasa, standar, menyiapkan makan siang,” kata Anang saat dimintai konfirmasi, Minggu (18/10).Anang menerangkan pemberian makan siang itu tidak dikhususkan untuk para tersangka. Menurutnya, pemberian makan itu salah satunya atas pertimbangan keamanan. Bahkan, menurutnya, tim jaksa juga diberi makan siang. Adapun makanan yang disajikan adalah nasi soto.”Tidak hanya para terdakwa, tetapi juga ada pengacara. Faktor keamanan juga, supaya nggak ke sana-kemari,” terangnya.

(aud/aud)

Informasi Dari : wikipedia.org

Ketua Gerindra Pekalongan Tewas Kecelakaan, Sopir Belum Bisa Diperiksa

Sragen – Ketua DPC Gerindra sekaligus Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Nunung Sugiantoro tewas dalam kecelakaan di Tol Solo-Ngawi kemarin pagi. Sopir mobil yang ditumpangi Nunung, Syaiful Huda (37) masih belum bisa dimintai keterangan oleh polisi.”Laporan sementara untuk pengemudi belum bisa kita mintai keterangan. Masih syok dan kondisi fisiknya juga belum memungkinkan kondisi kesehatannya,” ujar Kasat Lantas Polres Sragen AKP Ilham Syafriantoro Sakti saat dihubungi DavidHallcom, Rabu (21/10/2020).Syaiful kini masih menjalani perawatan di RSUD dr Soehadi Prijonegoro Sragen. Menurut Ilham, penyebab kecelakaan tersebut salah satunya yakni unsur kelalaian sopir.

“Ada kemungkinan (tersangka), karena kan beberapa faktor penyebab kecelakaan salah satu ada human error, lalainya si pengemudi. Sehingga kalau bicara kemungkinan ya ada,” jelasnya.Ilham mengatakan, polisi juga akan melihat ada tidaknya kemungkinan faktor lain sebagai penyebab kecelakaan. Termasuk memeriksa kondisi kelaikan kendaraan yang mengalami kecelakaan.”Nanti hasil penyidikan lebih lanjut seperti apa, apakah murni kesalahan pengemudi atau ada faktor lain, kita belum bisa kasih kesimpulan,” paparnya.Polisi juga akan mendatangkan ahli yang akan dimintai keterangan terkait kondisi kendaraan. Salah satu yang akan diperiksa yakni fungsi rem pada mobil tersebut.”Kendaraan nanti kita cek fungsi rem dan sebagainya. Nanti kita juga menghadirkan saksi ahli, kita mintai keterangan hitam di atas putih. Jika surat keterangan ahli menyatakan kondisi (kendaraan) prima, kenapa tidak (ada penetapan tersangka)?” urainya.Ilham menegaskan proses hukum akan terus berjalan, meskipun keluarga korban tidak menuntut. Menurutnya hal itu akan menjadi pertimbangan dalam persidangan nanti.”Prinsipnya seperti itu, adanya perdamaian atau tidak adanya tuntutan tidak mengugurkan proses hukum. Itu akan meringankan putusan hakim,” pungkasnya.

(sip/ams)

Informasi Dari : wikipedia.org

Polisi Banyuwangi Gandeng Dai Ciptakan Pilkada Aman dan Damai

Banyuwangi – Untuk menjaga ketentraman dan kedamaian dalam Pilbup Banyuwangi 2020, aparat keamanan menggandeng sejumlah dai. Para dai ini nantinya akan mengkampanyekan Pilkada Banyuwangi aman dan damai.Mereka adalah para dai kampung di seluruh desa dan kelurahan di Banyuwangi. Julukan mereka yakni dai kamtibmas. Mereka dinobatkan sebagai duta Pilkada aman dan damai oleh Kapolresta Banyuwangi Kombes Arman Asmara Syarifudin, di ruang Rupatama, Mapolresta Banyuwangi, Rabu (21/10/2020).”Mereka akan membantu kami dalam mengkampanyekan Pilkada aman dan damai di Banyuwangi,” ujar Kapolresta Banyuwangi kepada DavidHallcom.

Tugas mereka, kata Arman, akan memberikan tausiah yang sejuk tentang Pilkada. Sebab dalam Pilkada, sering sekali terjadi gesekan antar individu ataupun antar kampung. Merekalah nantinya yang akan memberikan pencerahan dan meredam peemasahan Pilkada dengan damai.”Tentu nantinya mereka akan meganjurkan jalur yang sesuai dengan undang-undang. Misal pelaporan ke gakkumdu atau Bawaslu. Sehingga tidak ada aksi anarkis ketika ada gesekan,” tambahnya.

Informasi Dari : wikipedia.org

IPB Akan Beri Gelar Doktor Honoris Causa ke Kepala BNPB Doni Monardo

Jakarta – IPB University akan memberikan gelar doktor honoris causa kepada Kepala BNPB Letjen Doni Monardo. Gelar doktor kehormatan diberikan kepada Doni karena karya dan dedikasinya dalam bidang iptek dan kemanusiaan.”Sesuai Peraturan Senat Akademik IPB Nomor 05/2015 tentang Pemberian Gelar Doktor Kehormatan (Doktor Honoris Causa) di Lingkungan IPB, Letjen TNI Doni Monardo dinilai pantas untuk memperoleh pengakuan dan penghargaan atas karya, prestasi, dedikasi, dan kontribusi yang luar biasa dalam bidang iptek, serta atas pengabdian dan jasanya yang luar biasa bagi kemajuan pendidikan, pembangunan dalam arti luas, dan kemanusiaan,” kata Rektor IPB Arif Satria dalam keterangannya, Rabu (21/10/2020).Keputusan pemberian gelar doktor honoris causa kepada Doni Monardo diambil dalam rapat pleno Senat Akademik (SA) IPB pada Selasa (20/10) yang menyetujui pemberian gelar kehormatan itu. Dalam perjalanan kariernya, Doni Monardo dinilai selalu memberikan kontribusi dalam kegiatan pengembangan dan pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan.

“Dalam berbagai penugasan, baik saat mulai bertugas di Aceh, kemudian Danrem 061/Surya Kencana Bogor, selanjutnya sebagai Danjen Kopassus, Pangdam XVI/Pattimura, Pangdam III/Siliwangi, Sesjen Wantannas dan kini Kepala BNPB, diperoleh fakta yang kuat bahwa Letjen TNI Doni Monardo senantiasa berperan yang sangat nyata dalam meningkatkan dan mengembalikan kualitas lingkungan hidup dan pengelolaan sumber daya alam di Indonesia,” jelasnya.Arif menjelaskan ada setidaknya lima aksi Doni yang dinilai luar biasa dan pantas mendapatkan gelar doktor honoris causa. Di antaranya membangkitkan kepedulian lingkungan dan memberikan pelatihan keterampilan (environmental awareness and training), memobilisasi sumber daya (resource mobilization) dan membangun jaring kerja kolaborasi (pentahelix), dan memulihkan dan merehabilitasi keanekaragaman hayati spesies dan ekosistem.Selain itu, Doni Monardo juga dinilai membangun kolaborasi penegakan hukum serta melakukan advokasi kebijakan. Menurut Arif, seluruh kegiatan tersebut dapat berjalan secara berkesinambungan, terutama karena kepemimpinan lingkungan yang kuat dan menonjol dari Doni Monardo.”Pengabdian dan jasa beliau yang luar biasa bagi kemajuan ilmu pengetahuan khususnya di bidang ilmu pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan, pendidikan, pembangunan pertanian dalam arti luas serta kemanusiaan akan menjadi inspirasi bagi kita semua,” pungkas Arif.

(azr/dhn)

Informasi Dari : wikipedia.org

2 Perempuan Ditikam di Bawah Menara Eiffel Sambil Diteriaki “Arab Kotor”

PARIS, Davidhall.me – Dua perempuan dilaporkan ditikam berulang kali di bawah Menara Eiffel, Perancis, sambil diteriaki ” Arab kotor” oleh pelaku yang juga dua orang wanita.
Polisi merespons dengan menangkap tersangka, dalam kejadian yang terjadi setelah seorang guru dipenggal pada Jumat pekan lalu (16/10/2020).
Dua pelaku diidentifikasi berkulit putih dengan “perawakan Eropa”, dalam insiden yang terjadi pada Minggu malam waktu setempat (18/10/2020).
Baca juga: Pemenggal Kepala Guru di Perancis Sogok Murid hingga Rp 6 Juta Sebelum Beraksi
Salah satu korban disebut ditikam hingga enam kali dan menderita luka di paru-paru, dengan yang lainnya butuh operasi di tangannya.
Saksi mata mengungkapkan, mereka mendengar pelaku berteriak “Arab kotor” dan “pulanglah ke negaramu”, seperti dilaporkan The Sun Rabu (21/10/2020).
“Hubungi nomor darurat. Orang ini menikmanya,” jelas suara yang terdengar dalam video yang beredar di internet. Begitu juga ucapan “lepaskan, kau hewan bua””.
Dua pekerja toko yang berada dekat lokasi kejadian langsung mengintervensi serangan dan menahan salah satunya hingga polisi datang, dengan tersangka kedua langsung ditahan.
Serangan keji
Salah satu dari perempuan yang menjadi korban mengisahkan, semua berawal ketika dia meminta salah satu pelaku meminggirkan anjingnya.
Korban yang disebut bernama Kenza itu kepada harian Perancis Liberation mengatakan, mereka tengah berwisata sekeluarga ke Menara Eiffel.
Baca juga: Setelah Pembunuhan Keji Seorang Guru, Perancis Desak Kerja Sama Rusia untuk Perangi Terorisme dan Imigrasi Ilegal
Saat itu, total mereka adalah lima orang dewasa dan empat anak-anak, dan bermaksud melakukan tur singkat ke bagian taman di bawah menara.

Informasi Dari : wikipedia.org

Hasil Ekspose Polri-Jaksa: Tak Ada Unsur Sengaja di Kasus Kebakaran Kejagung

Jakarta – Gelar perkara (ekspose) kasus kebakaran Kejaksaan Agung (Kejagung) antara Bareskrim Polri dengan jaksa peneliti telah usai. Jaksa Agung Muda bidang Pidana Umum (Jampidum) Kejagung Fadil Zumhana memastikan kebakaran tidak disengaja.Ekspose kasus digelar di kantor Jaksa Agung Muda bidang Pidana Umum (Jampidum) Kejagung, Jalan Bulungan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (21/10/2020) sore tadi. Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Mabes Polri Brigjen Ferdy Sambo hadir dalam ekspose tersebut.Ferdy keluar dari kantor Jampidum sekitar pukul 17.55 WIB. Dia hanya memastikan ekspose penetapan tersangka kasus kebakaran Kejagung akan digelar lusa.

“Saya Jumat gelar penetapan tersangka. Itu saja yang saya sampaikan,” kata Ferdy Sambo.Dimintai konfirmasi terpisah, Jampidum Fadil Zumhana mengakui tidak bisa memberi tahu materi ekspose sore tadi. Namun dia memastikan kebakaran gedung Kejagung tidak disengaja.”Tidak ada, tidak ada unsur kesengajaan,” sebutnya.Diberitakan sebelumnya, Tim penyidik Bareskrim Polri akan melakukan ekspose terkait kasus kebakaran gedung utama Kejaksaan Agung (Kejagung) di depan jaksa peneliti. Ekspose rencananya berlangsung sore ini.”Sore ini pukul 15.30 WIB sesuai rencana, penyidik ekspos di depan jaksa peneliti di Kejagung,” kata Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono di Mabes Polri, Rabu (21/10) sekitar pukul 15.00 WIB sore tadi.Tonton video ‘Jumat Pekan Ini, Polri Gelar Penetapan Tersangka Kebakaran Kejagung’:[Gambas:Video 20DavidHall]

(zak/zak)

Informasi Dari : wikipedia.org

DPRD DKI Rapat ke Bogor Berdalih Cegah Corona, Komisi II DPR Beri Sorotan

Jakarta – Seluruh komisi DPRD DKI Jakarta menggelar rapat di Puncak, Bogor, dengan dalih mencegah penyebaran virus Corona (COVID-19). Wakil Ketua Komisi II DPR Arwani Thomafi mengatakan pertimbangan lokasi perlu memperhatikan efektivitas kegiatan.”Penentuan lokasi rapat baik di kantor maupun di luar kantor tentu mempertimbangkan efektivitas sebuah kegiatan,” kata Arwani kepada wartawan, Rabu (21/10/2020)Arwani juga menyoroti pertimbangan keamanan dan keselamatan di masa pandemi COVID-19. Menurutnya, parameter keselamatan mutlak harus ada.

“Apalagi di tengah situasi pandemi ini, pertimbangan keamanan dan keselamatan dari paparan COVID-19 menjadi salah satu parameter yang mutlak harus ada,” ujar Arwani.Arwani kemudian mengatakan setiap pertimbangan dalam rapat kerja yang dilakukan DPRD DKI Jakarta dapat dicek. “Tinggal dicek, apakah pilihan rapat yang dilakukan oleh teman-teman DPRD DKI Jakarta itu merepresentasikan pertimbangan-pertimbangan tersebut atau tidak,” tuturnyaDiketahui, seluruh komisi DPRD DKI Jakarta menggelar rapat pembahasan Rencana Kebijakan Umum Perubahan Anggaran (KUPA) dan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Perubahan APBD 2020 di Puncak, Bogor. Rapat digelar di Bogor itu disebut untuk mencegah penularan virus Corona.Acara dilaksanakan di Grand Cempaka Cipayung, Bogor, pada Selasa (21/10) kemarin. Resort atau wisma tersebut milik BUMD JakTour.”Di Grand Cempaka (Megamendung, Kabupaten Bogor). Perlu ruang terbuka untuk antisipasi penyebaran COVID,” ucap Plt Sekretaris Dewan Hadameon Aritonang, saat dihubungi, Selasa (21/10).Menurut Hadameon, saat rapat berlangsung, jendela-jendela di ruang rapat akan dibuka. Jadi, ada sirkulasi udara yang bagus untuk mencegah penularan COVID.”Semua jendela-jendela kita buka. Kalau kantor kan tertutup semua, tak ada jendela, kaca semua. Kalau di sini (Puncak) kan bisa,” katanya.Ada sekitar 800 orang yang hadir dalam rapat tersebut. Selain anggota DPRD DKI, hadir jajaran satuan kerja perangkat daerah (SKPD).”Iya, semua komisi, pembahasan APBD Perubahan. Ada 800-an orang yang hadir dari Dewan dan SKPD,” ucap Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta, Abdul Aziz, saat dihubungi, Rabu (21/10).Untuk diketahui, jumlah seluruh anggota DPRD DKI adalah 106 orang. Ada 5 komisi di DPRD DKI yang membidangi pemerintahan, pekerjaan umum, hingga kesejahteraan rakyat. Azis menyebut wisma itu memiliki ventilasi yang cukup sehingga disebut bisa mencegah penyebaran virus Corona.”Di Bogor ini juga fasilitas Pemda (DKI), digunakan karena di Jaya Raya ini ventilasinya baik, sehingga meminimalisir penularan COVID-19,” ujarnya.Lihat juga video ‘Anggota DPRD PDIP Pecahkan Gelas saat Rapat Bamus’:[Gambas:Video 20DavidHall]

(hel/elz)

Informasi Dari : wikipedia.org