Seorang Pegawai Puskesmas di Kota Tegal Meninggal Positif Corona

Kota Tegal – Seorang tenaga sanitarian Puskesmas Margadana, Kota Tegal, Jawa Tengah, meninggal setelah dinyatakan positif virus Corona atau COVID-19, Rabu (21/10). Sebelum meninggal, pegawai ini sempat menjalani perawatan di rumah sakit.Pegawai berusia 54 tahun tersebut meninggal di RSUD Kardinah Kota Tegal, siang tadi. Saat dimintai konfirmasi, Kepala Dinas Kesehatan Kota Tegal Sri Primawati Indraswari membenarkan hal tersebut.”Seorang tenaga kesehatan konfirmasi positif COVID Sanitarian Puskesmas Margadana meninggal dunia Rabu 21 Oktober 2020,” kata Prima melalui pesan singkat, Rabu (21/10/2020).

Dijelaskannya, almarhum sebelumnya dirawat di Rumah Sakit Mitra Siaga Kabupaten Tegal pada 5 Oktober 2020. Kemudian menjalani swab pada 6 Oktober 2020 dan hasilnya keluar pada 12 Oktober 2020. Selanjutnya dirujuk ke RSUD Kardinah pada 20 Oktober 2020 dan meninggal hari ini pukul 12.00 WIB.Jenazah kemudian diberangkatkan dari RSUD Kardinah pukul 16.00 WIB dan langsung dimakamkan di Pemakaman Mejasem Barat, Kabupaten Tegal.Prima menegaskan, terkait hal tersebut pihaknya sudah melakukan tracing dan testing. Kemudian, pelayanan Puskesmas Margadana untuk sementara dialihkan ke Puskesmas Kaligangsa, Kota Tegal.”Secepatnya akan dilakukan penyemprotan disinfektan,” pungkas Prima.

(rih/rih)

Informasi Dari : wikipedia.org

Pemprov Sumsel Bakal Rekrut 1.000 PPL untuk Tingkatkan Hasil Pertanian

Palembang – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Herman Deru mengungkapkan akan merekrut 1.000 pemuda menjadi petugas penyuluh lapangan (PPL). PPL ini untuk meningkatkan hasil petani di daerah.”Perekrutan rencananya akan dimulai pada awal November mendatang. Lewat seleksi ketat, PPL yang terpilih akan disebarkan ke daerah dengan hasil pertanian utama,” ujar Herman kepada wartawan saat ditemui di kantornya, Rabu (21/10/2020).Adapun daerah utama itu adalah Banyuasin, Musi Banyuasin, OKU Timur, OKI, dan Ogan Ilir. Kelima daerah diyakini dapat menjadi potensi peningkatan hasil pertanian di Sumatera Selatan jika didampingi tenaga PPL.

Upaya menghidupkan kembali fungsi dari tenaga PPL ini bukan tanpa asalan. Salah satunya untuk memberikan edukasi yang benar kepada petani yang ada di sentra-sentra pertanian.Terutama terkait cara bercocok tanam. Di mana semua harus dimulai dari pemilihan benih, pemupukan, hingga pemeliharaan tanaman dengan baik, termasuk bagaimana pascapanen agar tanaman selanjutnya bisa lebih baik.Adapun kriteria PPL, lanjut pria yang akrab disapa HD ini, akan diumumkan kemudian hari oleh Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura. Masyarakat yang memiliki potensi diminta untuk mengikuti seleksi di situs resmi Universitas Sriwijaya.”PPL ini nantinya bakal sangat membantu dalam mengedukasi para petani di daerah. Sehingga petani dapat melakukan aktifitas bercocok tanam secara benar,” kata HD.Upaya ini dilakukan sebagai bentuk keseriusan Pemprov dalam menjadikan Sumatera Selatan lumbung pangan nasional. Di mana berbagai cara juga telah dilakukan oleh Gubernur HD bersama para bupati.Simak juga video ‘Mentan Syahrul: Pertanian Berkontribusi 16,4% Terhadap Ekonomi RI’:[Gambas:Video 20DavidHall]

(ras/rfs)

Informasi Dari : wikipedia.org

Mayat Wanita Ditemukan di Kandang Buaya Kaltim dalam Kondisi Terikat

Berau – Mayat seorang wanita di temukan di dalam kandang buaya Mayang Magurai, Kecamatan Teluk Bayur, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur (Kaltim). Mayat ditemukan dalam kondisi terikat dan mulut terlakban.”Informasi awal penemuan mayat pada Rabu (21/10/2020) dari seorang warga yang melintas di sekitar lokasi,” kata Kasat Reskrim Polres Berau Rido Doly saat di konfirmasi Rabu malam (21/10).Mayat wanita itu berbaju batik dan ditemukan dalam posisi telungkup. Tidak ada sama sekali identitas di mayat tersebut.

“Tidak ada sama sekali identitas yang di temukan di tubuh korban dan sekitar lokasi penemuan,” terang Rido.Belum diketahui penyebab pasti kematiannya. Rido menjelaskan hingga saat ini pihaknya masih menunggu hasil autopsi dari dokter rumah sakit.”Belum bisa kami pastikan mayat tersebut korban pembunuhan, sebab masih menunggu hasil otopsi,” ucapnya.”Kita tunggu aja perkembangannya, sebab hingga saat ini kami masih melakukan pengembangan atas penemuan mayat wanita tersebut,” lanjut Rido.

(eva/eva)

Informasi Dari : wikipedia.org

5 Warga Korea Selatan Meninggal Usai Disuntik Vaksin Flu

Seoul – Lima orang meninggal dunia setelah mendapat vaksin flu di Korea Selatan dalam seminggu terakhir. Hal ini meningkatkan kekhawatiran atas keamanan vaksin tersebut.Dilansir Channel News Asia dan Reuters, Rabu (21/10/2020) pihak berwenang mengatakan tidak ada alasan untuk percaya bahwa kematian itu terkait dengan vaksin, tetapi penyelidikan, termasuk pemeriksaan mayat, sedang dilakukan.”Itu membuat kami sulit untuk mengeluarkan pernyataan spesifik,” Wakil Menteri Kesehatan Kim Gang-lip mengatakan pada briefing pada hari Rabu (21/10) tentang kematian tersebut, termasuk seorang remaja laki-laki berusia 17 tahun dan seorang pria berusia 70-an.

Terjadi hanya beberapa minggu setelah peluncuran program vaksin nasional ditangguhkan karena kekhawatiran akan keamanannya, kematian tersebut telah mendominasi berita utama di Korea Selatan.Otoritas kesehatan Korea Selatan mengatakan pada hari Rabu ini, bahwa mereka akan melanjutkan program vaksin flu karena tidak ada alasan untuk percaya bahwa skema tersebut terkait dengan sejumlah kematian yang dilaporkan.Jeong Eun-kyeong, direktur Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (KDCA), mengatakan akan ada penyelidikan atas kematian orang-orang yang menerima vaksin flu tersebut. Namun, badan tersebut tidak menemukan alasan untuk menangguhkan program tersebut.

Informasi Dari : wikipedia.org

Pemkab Badung: Program PPNSB Dorong Pembangunan Sosial Masyarakat

Jakarta – Upaya Pemerintah Kabupaten Badung untuk memajukan pembangunan sosial masyarakat Badung melalui Pola Pembangunan Nasional Semesta Berencana (PPNSB) dinilai efektif.Hal ini terlihat dari sejumlah indeks kehidupan kemasyarakatan Badung di 2019 yang telah berhasil dicapai dengan baik.Berdasarkan data Pemkab Badung, salah satu capaian pembangunan di Kabupaten Badung dapat direpresentasikan oleh Indeks Pembangunan Gender (IPG) yang tergolong tinggi yaitu di angka 94,68 pada tahun 2019, meningkat dari tahun 2018 yang sebelumnya berada di angka 94,39.

Adapun capaian ini sesuai dengan misi Pemkab Bandung. Pihaknya mengatakan indikator tunggal yang mempresentasikan pembangunan gender adalah Angka Harapan Hidup, rata-rata lama sekolah, harapan lama sekolah dan konsumsi perkapita yang merepresentasikan indeks pendapatan.”Hal ini tentu sangat sesuai dengan salah satu misi kami yang sudah tertuang dalam Perubahan RPJMD Semesta Berencana Kabupaten Badung Tahun 2016-2021 yaitu terwujudnya Pengarusutamaan Gender di Kabupaten Badung,” ujar pihak Pemkab Badung dalam keterangan tertulis, Rabu (21/10/2020).Lebih lanjut Pemkab Badung menyampaikan keberhasilannya dalam pembinaan umat beragama dapat dilihat dari hasil survey penyusunan Indeks Kerukunan Umat Beragama, yaitu pada angka 80,24 di tahun 2019. Adapun angka ini tergolong kategori tinggi jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang hanya berada di angka 78,00.”Hal ini menunjukkan bahwa tingginya kesadaran masyarakat terhadap keberagaman dan adanya rasa saling menghargai antar sesama umat beragama di Kabupaten Badung. Sebagai pemimpin yang nasionalis, kami juga tidak ingin membeda-bedakan masyarakat kami karena kita berada dalam semangat NKRI,” tegasnya.Terkait Indeks Kepuasan Masyarakat Badung tahun 2019, Pemkab Badung menjelaskan masih tergolong kategori baik yaitu pada angka 83,61, meningkat dari tahun 2018 pada angka 79,73. Ini artinya masyarakat puas dengan kinerja pelayanan yang baik dari seluruh Perangkat Daerah hingga desa di Kabupaten Badung.Sementara itu berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Indeks Kebahagiaan Masyarakat Badung tergolong masuk kategori tinggi, yakni di angka 76,14, atau meningkat 0,67 persen dari tahun 2018 yang berada di angka 75,47.”Secara umum angka Indeks Kebahagiaan Kabupaten Badung lebih tinggi dibandingkan Provinsi Bali dan nasional. Hal ini menunjukkan kebahagiaan penduduk Kabupaten Badung relatif lebih tinggi dibandingkan dengan wilayah lain tersebut dan angka ini mengindikasikan bahwa Pola Pembangunan Nasional Semesta Berencana (PPNSB) dengan program-program kami yang pro rakyat cukup efektif dalam mendorong kemajuan pembangunan sosial masyarakat di Kabupaten Badung,” pungkasnya.

(ega/ega)

Informasi Dari : wikipedia.org

Pertamina & Pemprov Kaltim MoU Rekonsiliasi Data PBBKB

Jakarta – Pertamina MOR VI Kalimantan dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur menandatangani kesepakatan rekonsiliasi data pajak bahan bakar kendaraan bermotor. Pertamina juga menandatangani perjanjian kerja sama selama dua tahun dengan BPD Kaltim sebagai tindak lanjut kesepakatan bersama.Executive General Manager Pertamina Region Kalimantan Freddy Anwar menjelaskan menjelaskan insiasi Pertamina untuk menggandeng Pemprov Kaltim dalam membuat kesepakatan bersama datang dari surat yang dilayangkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) No. B/2904/KSP.00/10-16/06/2020.Surat ini perihal Koordinasi Terkait Pajak Kendaraan Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) bahwa Pertamina diminta untuk melakukan sinkronisasi data secara transparan dan terpadu kepada pemerintah daerah di wilayah masing-masing.

“Hal ini belum pernah dilakukan sebelumnya di Kalimantan dan menjadi provinsi pertama yang melakukan kesepakatan bersama. Provinsi lainnya akan menyusul,” tuturnya dalam keterangan tertulis, Rabu (21/10/2020).Freddy mengungkapkan maksud dari kesepakatan bersama ini dalam rangka monitoring dan evaluasi serta pengawasan atas upaya optimalisasi pendapatan daerah provinsi Kalimantan Timur atas Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor.”Saya mengucapkan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Pak Gubernur dan segenap Pemprov Kaltim yang dengan terbuka dan menyambut baik kesepakatan yang terjalin di antara kedua belah pihak,” ujarnya.”Melalui kesepakatan bersama dan perjanjian kerja sama ini diharapkan dapat meningkatkan hubungan kerja sama dengan Pemprov Kaltim serta Pertamina berkontribusi dalam peningkatan PAD mengingat perannya sebagai Wajib Pungut PBBKB,” tutup Freddy.Sementara itu, Gubernur Kaltim Isran Noor mengatakan kesepakatan bersama ini adalah hal yang sangat baik. Pemprov Kaltim sudah menunjuk Badan Pendapatan Daerah Kaltim dalam melaksanakan kerja sama sesuai tugas dan fungsinya.Adapun tujuan dari perjanjian kerja sama yang terjalin yaitu dapat meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor baik secara manual maupun secara elektronik (aplikasi), mampu mengoptimalkan penerimaan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor, dan terwujudnya keakuratan data penggunaan Bahan Bakar Minyak.Isran menambahkan dengan kerja sama ini dapat meningkatkan pula potensi Pendapatan Asli Daerah dari Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor serta adanya alur informasi pengawasan pendistribusian Bahan Bakar Minyak dari PT Pertamina (Persero).

(mul/ega)

Informasi Dari : wikipedia.org

Janji 4 Paslon Pilkada Sumbar: Angkat Honorer hingga Kesehatan Gratis

Padang – Empat pasangan calon (paslon) tengah bertarung di Pilgub Sumatera Barat (Sumbar). Keempatnya pun beradu visi misi dan program kerjanya untuk menggaet calon pemilihnya di Pilkada 2020.Keempat paslon yang bertarung tersebut adalah Mulyadi-Ali Mukhni dengan nomor urut 1, Nasrul Abit-Indra dengan nomor urut 2, Fakhrizal-Genius Umar dengan nomor urut 3, dan Mahyeldi-Audy Joinaldy dengan nomor urut 4.Dilihat dari dokumen visi-misi yang diterima DavidHallcom, Rabu (21/10/2020), keempatnya memiliki visi untuk menjadikan Sumbar lebih baik lagi. Mulai Sumbar Unggul hingga Sumbar yang Berkah.

Berikut visi-misi dan program kerja keempat paslon:1. Mulyadi-Ali MukhniVisiTerwujudnya Sumbar yang Berkah, Sejahtera, Berdikari, Adil, dan Demokratis Melalui Pemberdayaan Ekonomi Pro Rakyat Berlandaskan Budaya dan Adat Basandi Sarak, Sarak Basandi KitabullahMisi1. Mewujudkan birokrasi berbasis sistem digital modern yang mengutamakan aspek pelayanan dan kemudahan kepada masyarakat2. Mewujudkan kesejahteraan masyarakat melalui program jaring pengaman sosial yang adil dan merata.3. Meningkatkan pendapatan masyarakat melalui program pemberdayaan UMKM yang berlandaskan potensi lokal4. Meningkatkan kualitas dan kuantitas pelayanan kesehatan masyarakat, khususnya di tengah Pandemi COVID-195. Meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi pertanian dan perikanan sebagai sumber daya provinsi untuk sebesar-besarnya kemakmuran masyarakat6. Mewujudkan akses terhadap infrastruktur publik secara adil dan merata berlandaskan ruang ekologi, sosial dan budaya.7. Membangun insan sumbar yang unggul dalam ilmu pengetahuan dan teknologi, berakhlak mulia serta memiliki jiwa nasionalisme yang tinggiProgram Unggulan1. Program pelayanan terpadu berbasis digital modern2. Mewujudkan kesejahteraan masyarakat melalui program jaring pengaman sosial yang adil dan merata3. Meningkatkan pendapatan masyarakat melalui program pemberdayaan UMKM yang berlandaskan potensi lokal- Bantuan modal dengan skim kredit khusus- Pelatihan dalam rangka peningkatan aspek kewiraswastaan, manajemen, administrasi dan pengetahuan serta keterampilan- dll4. Meningkatkan kualitas dan kuantitas pelayanan kesehatan masyarakat, khususnya di tengah Pandemi COVID-19- penguatan kapasitas tenaga medis,- revitalisasi alat-alat kesehatan, – peningkatan tunjangan berbasis kinerja5. Meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi pertanian dan perikanan sebagai sumber daya provinsi untuk sebesar-besarnya kemakmuran masyarakat6. Mewujudkan akses terhadap infrastruktur publik secara adil dan merata berlandaskan ruang ekologi, sosial dan budaya7. Membangun insan Sumbar yang unggul, berdaya saing, berakhlak mulia dan memiliki jiwa nasionalisme yang tinggi

Informasi Dari : wikipedia.org

Pria Medan Tewas Dikeroyok Gegara Cekcok Nasi, 3 Pelaku Divonis 20 Bulan Bui

Medan – Tiga terdakwa kasus pengeroyokan seorang pria di Medan hingga tewas divonis 20 bulan penjara. Ketiga orang itu adalah Mahyudi, Mursalin, dan Agus Salim.”Putusan 1 tahun 8 bulan penjara,” kata pejabat Humas Pengadilan Negeri Medan, Immanuel Tarigan, saat dimintai konfirmasi, Rabu (21/10/2020).Vonis ini diketuk majelis hakim pada Selasa (20/10). Ketiganya dinyatakan bersalah melanggar Pasal 351 ayat 3 KUHP.

Vonis tersebut lebih ringan dari tuntutan jaksa. Dalam surat tuntutan, jaksa menuntut ketiganya divonis 2 tahun 2 bulan penjara.Kasus dugaan penganiayaan hingga menyebabkan korban, Abadi Bangun, tewas ini terjadi di depan Delicious Cafe, Jalan Pasar Baru, Medan, Rabu (29/1) dini hari. Peristiwa ini diawali saat Abadi Bangun datang ke Delicious Cafe yang dimiliki Mahyudi.Abadi Bangun saat itu memesan nasi goreng. Setelah nasi goreng selesai dibuat, Abadi mengatakan ke Agus Salim bahwa uang untuk membayar nasi goreng itu akan diantar oleh seseorang nantinya.”Agus Salim mengatakan kepada korban Abadi Bangun untuk menunggu dan Agus Salim akan menyampaikan terlebih dulu kepada pengelola kafe sehingga pada saat itu korban Abadi Bangun emosi dan melemparkan bungkusan nasi goreng tersebut ke arah muka Agus Salim dan pada saat itu Agus Salim menghindar kemudian korban Abadi Bangun pergi meninggalkan Cafe Delicious tersebut,” demikian dikutip dari dakwaan jaksa.Agus Salim kemudian melaporkan peristiwa itu ke Mahyudi selaku pemilik kafe. Abadi Bangun kemudian datang lagi bersama teman-temannya dan disebut membawa sebilah parang.Mahyudi mendatangi Abadi Bangun dan terjadi cekcok. Abadi Bangun mengayunkan parang ke Mahyudi, tapi ditepis oleh Mahyudi.”Terdakwa menangkis parang tersebut dengan menggunakan tangan terdakwa, kemudian terdakwa mengambil kayu broti lalu memukul korban Abadi Bangun dengan balok kayu broti tersebut ke kepala korban Abadi Bangun sehingga korban Abadi Bangun terjatuh di aspal,” demikian lanjutan dakwaan tersebut.Setelah Abadi Bangun terjatuh, terdakwa lainnya, Mursalin, datang dan menendang Abadi Bangun berulang kali dan mengambil parang itu. Setelah itu, Agus datang dan memukul kepala Abadi Bangun dengan balok kayu.Setelah itu, Abadi Bangun dibawa ke rumah sakit oleh saksi bernama Hendri. Pihak rumah sakit mengatakan Abadi Bangun sudah meninggal.

(haf/haf)

Informasi Dari : wikipedia.org

Golkar Akan Siapkan Layanan Swab Test, Harga di Bawah Rp 900 Ribu

Jakarta – Partai Golongan Karya baru saja menginjak usia ke-56 tahun pada 20 Oktober 2020 kemarin. Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto mengatakan ada beberapa rangkaian acara yang akan dilakukan dan acara puncak HUT ke-56 Partai Golkar ini akan diadakan pada 24 Oktober 2020 mendatang.Di acara puncak nanti, lanjutnya, Partai Golkar akan meluncurkan program Yellow Clinic. Nantinya, Yellow Clinic ini akan memberikan pelayanan PCR atau swab test dengan harga terjangkau yaitu di bawah Rp 900 ribu.”Kita juga akan ada peluncuran Yellow Clinic di mana Yellow Clinic itu akan menyiapkan swab test dengan harga yang lebih rendah dari Rp 900 ribu. Sedang kita matangkan dan nanti akan kita siakan di daerah-daerah yang ada kantor Golkar,” ucapnya di acara Tasyakuran HUT ke-56 Partai Golkar di Jakarta, Rabu (21/10/2020).

Selain itu, imbuhnya, di acara puncak tersebut Partai Golkar juga akan meluncurkan Golkar Institute. Golkar Institute ini merupakan sebuah sekolah pemerintahan dan kebijakan publik yang bertujuan untuk mempersiapkan pejabat-pejabat publik.”Pada hari Sabtu Golkar juga akan meluncurkan Golkar Institute. Dengan demikian Golkar akan mempersiapkan pejabat-pejabat publik baik di tingkat kabupaten/kota, provisi, demikian pula untuk calon anggota legislatif,” ungkapnya.Di HUT ke-56 Partai Golkar ini mengusung tema ‘Kesehatan Pulih, Ekonomi Bangkit, dan Pilkada Menang’. Dengan begitu ia berharap para kader Partai Golkar bisa menjadi panutan bagi masyarakat di masa Pilkada serentak yang akan dilaksanakan 2 bulan lagi.”Dalam rangka kegiatan ini kita membagi minimal 4 juta masker ke 270 daerah. Sehingga kita mengingatkan dalam pilkada ini dalam situasi pandemi COVID-19 yang kita harapkan kader Partai Golkar jadi panutan masyarakat untuk pilkada nanti untuk menjaga kedisiplinan,” tukasnya.

(akn/ega)

Informasi Dari : wikipedia.org

Pangeran Arab Saudi Wafat, China Senang Jika Trump Menang Pilpres AS

Jakarta – Otoritas Arab Saudi mengumumkan kematian Pangeran Nawaf bin Saad bin Saud bin Abdulaziz Al-Saud. Kabar duka ini disampaikan oleh kantor berita negara SPA.Dilansir Arab News, Rabu (21/10/2020) SPA melaporkan bahwa doa pemakaman diadakan pada hari Selasa (20/10) di ibu kota Kerajaan, Riyadh. Tidak dijelaskan soal penyebab wafatnya sang pangeran.Sementara itu, Raja Yordania Abdullah menyampaikan belasungkawa kepada Raja Salman, keluarga kerajaan dan rakyat Arab Saudi, demikian kantor berita negara Petra melaporkan.

Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca DavidHallcom, hari ini, Rabu (21/10/2020):- AS Perluas Aliansi untuk Hadapi Rusia-China, Indonesia DiperlukanMenteri Pertahanan Amerika Serikat Mark Esper mengungkapkan inisiatif baru untuk memperkuat dan memperluas aliansi AS. Yakni dengan “demokrasi yang berpikiran sama” untuk melawan Rusia dan China.Dilansir AFP, Rabu (21/10/2020) Esper mengatakan Pentagon akan secara sistematis memantau dan mengelola hubungannya dengan negara-negara mitra, yang bertujuan untuk menemukan cara guna mengoordinasikan militer dan juga untuk memajukan penjualan senjata AS.Inisiatif, yang disebut Panduan untuk Pembangunan Aliansi dan Kemitraan (GDAP) tersebut, disampaikan hanya dua minggu sebelum pemilihan presiden AS yang mana–jika Presiden Donald Trump kalah–Esper bisa diganti pada bulan Januari.- Guru Prancis Dipenggal, Macron Desak Putin Tingkatkan Kerjasama AntiterorPresiden Prancis Emmanuel Macron mendesak Presiden Rusia Vladimir Putin untuk meningkatkan kerja sama guna memerangi terorisme dan imigran ilegal. Hal ini disampaikan Macron menyusul pemenggalan seorang guru Prancis oleh seorang pemuda dari wilayah Chechnya, Rusia yang didominasi warga muslim.Sementara itu, Putin menyatakan belasungkawa atas pemenggalan mengerikan terhadap guru Samuel Paty di dekat sekolah tempat dia bekerja di pinggiran barat laut Paris tersebut. Kantor kepresidenan Rusia atau Kremlin mengatakan bahwa Putin menyebut peristiwa itu sebagai “pembunuhan biadab”.

Informasi Dari : wikipedia.org