Busyro Minta Isu Kampanye Diatur agar Hasilkan Kepala Daerah Cerminan Rakyat

Jakarta – Ketua PP Muhammadiyah Bidang Hukum dan HAM Busyro Muqoddas meminta adanya isu kampanye Pilkada yang diatur agar dapat menghasilkan kepala daerah cerminan rakyat, bukan cerminan partai politik. Busyro mengajak semua pihak agar mengatur konsep yang dapat diterapkan terkait isu apa yang dapat mencerminkan rakyat.”Isu-isu kampanye itu marilah kita setting dalam kerangka desain demokratisasi seperti apa sehingga begitu terpilih, siapa pun menjadi kepala daerah itu betul-betul merupakan kepala daerah yang represent of the people, bukan of the parpol atau koalisi parpol, tetapi betul-betul menjadi cermin dari masyarakat, dari rakyat, itu seperti apa?” ujar Busyro dalam diskusi yang disiarkan secara live di YouTube Rumah Pemilu, Rabu (21/10/2020).Busyro mengajak KPU dan Bawaslu membuat konsep adanya isu-isu kampanye yang dapat menjadi role model. Misalnya isu kampanye terkait pelaporan LHKPN dan APBD untuk pemberdayaan masyarakat dan nelayan dibahas pada Pilkada.

“Jika KPU-Bawaslu bersama masyarakat sipil termasuk Muhammadiyah bisa meng-arrange satu konsep, yang konsep itu nanti bisa diterapkan di Pilkada yang datang menjadi konsep bersama antara lembaga negara atau pemerintah negara, komisi negara dengan masyarakat sipil, yaitu misalnya mengenai role model isu-isu kampanye apa yang terkait dengan LHKPN,” kata Busyro.Serta isu kampanye tentang tata ruang didaerah. Sebab menurutnya isu tata ruang di daerah tak lepas dari incaran pengusaha.”Kemudian juga isu kampanye apa yang memiliki korelasi dengan kebijakan RTRW tata ruang, mengingat tata ruang di daerah-daerah itu tidak pernah lepas dari incaran-incaran kekuatan kekuatan modal yang mereka itu selalu melakukan langkah-langkah yang sedemikian rupa sehingga daulat rakyat di daerah-daerah untuk bisa menikmati, memanfaatkan lahan-lahan aspek agraria itu tidak bisa berkeadilan karena faktor-faktor pusat,” katanya.Sementara itu, Busyro juga menyoroti terkait dengan pengawasan kepatuhan laporan harta kekayaan (LHKPN) bagi kepala daerah terpilih. Ia menyoroti ada berapa kepala daerah terpilih yang melaporkan LHKPN-nya, serta akurasi data LHKPN itu sendiri.”Apakah materi LHKPN itu penuh kejujuran atau hanya hanya tipuan tipuan saja, muslihat muslihat saja atau campuran ada ketidakjujuran dan kekhilafan bisa saja ada kekhilafan,” kata Busyro.”Nah ini perlu panduan-panduan untuk menolong calon calon kepala daerah itu bisa memiliki percaya diri bahwa LHKPN itu sebagai sistem moral yang dijadikan instrumen yang perlu di pahami dan bukan dipungkiri,” katanya.Lebih lanjut, Busyro mengatakan Pilkada atau Pemilu belum menghasilkan kualitas bila diukur dari aspek korupsi. Sebab, menurutnya, korupsi semakin sistematis.”Dari aspek kontemporalitas kiranya kita juga sepakat bahwa demokrasi yang berjalan pada masa-masa yang lalu itu ternyata juga belum menghasilkan 1 kualitas dari pelaksanaan Pemilu dan Pilkada yang dahulu. Jika diukur dari sudut tapi di singgung yaitu dari sudut praktik korupsi. korupsi sebagai kejahatan kemanusiaan, itu dari hari ke hari itu semakin ‘mensistem’, men-culture itu dan juga mewabah itu, semua itu didukung dengan data-data,” katanya.

(yld/tor)

Informasi Dari : wikipedia.org

Jenazah Yulia yang Tewas Terbakar dalam Mobil Dimakamkan Besok Pagi

Solo – Jenazah Yulia (42), wanita yang ditemukan tewas terbakar dalam mobil di Sukoharjo, akan dimakamkan besok pagi. Jenazah direncanakan dimakamkan di Taman Memorial Delingan, Karanganyar.Usai diautopsi, jenazah Yulia disemayamkan di rumah keluarga suaminya, Kampung Gambuhan, Kelurahan Baluwarti, Pasar Kliwon, Solo, Rabu (21/10/2020) siang.Setelah disalatkan di dalam rumah, jenazah kemudian dibawa ke rumah duka Thiong Ting, Solo. Selama satu malam jenazah akan disemayamkan di Thiong Ting.

Rencananya, akan dilakukan prosesi pemberangkatan jenazah di Thiong Ting pada Kamis (22/10) pukul 09.00 WIB. Setelah itu, jenazah diberangkatkan ke Delingan.”Jenazah dikebumikan besok, di Delingan,” kata salah satu keluarga korban saat dijumpai di rumah duka Thiong Ting, hari ini.Diberitakan sebelumnya, jasad korban dan mobil terbakar itu ditemukan di Dukuh Cendono Baru RT 4/7 Desa Sugihan, Kecamatan Bendosari, Kabupaten Sukoharjo. Polisi sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk menyelidiki kasus kebakaran mobil tersebut. Hasilnya ditemukan ada selotip di tangan mayat wanita terbakar dalam mobil itu.”Hasil olah TKP di tangan korban ditemukan selotip, isolasi,” kata Kasat Reskrim Polres Sukoharjo AKP Muhammad Alfan hari ini.Jenazah korban juga sudah diautopsi di RSUD dr Moewardi Solo. Polisi masih mencari pemilik mobil atau yang mengendarai mobil tersebut.

Informasi Dari : wikipedia.org

Tentang Makam dalam Viral Warga Ponorogo Gotong Jenazah Menyeberangi Sungai

Ponorogo – Video warga Ponorogo gotong jenazah menyeberangi sungai viral di media sosial. Mereka menyeberangi Sungai Semblumbung menuju makam Gedong.Makam tersebut berada di Dusun Menggungan, Kelurahan Kadipaten, Kecamatan Babadan. Namun kabarnya, makam Gedong sudah 10 tahun tidak digunakan warga.”Makam Gedong itu sudah 10 tahun tidak digunakan warga,” tutur perangkat Kelurahan Kadipaten, Wasis Nur Hidayat kepada wartawan, Rabu (21/10/2020).

Alasannya, lanjut Wasis, ada pemakaman baru yang bisa diakses warga tanpa harus menyeberangi sungai. “Lokasi makam baru ada di sebelah selatan sungai. Kalau makam Gedong di sebelah utara,” imbuh Wasis.Menurutnya, di pemakaman baru ini sudah banyak kuburan. Sedangkan di makam Gedong tidak bertambah signifikan.

Informasi Dari : wikipedia.org

Tersibak Misteri Wartawan Sulbar Deimas Laira Dibunuh Secara Barbar

Jakarta – Tabir gelap pembunuhan wartawan Demas Laira (28) di Mamuju Tengah, Sulawesi Barat (Sulbar), dengan 17 luka tusukan akhirnya terbongkar. Polisi menangkap 6 terduga pelaku.Pembunuhan sadis ini terungkap saat jasad Demas ditemukan bersimbah darah di Jalan Poros Dusun Salibaju, Desa Tasokko, Kecamatan Karossa, pada Kamis, 20 Agustus 2020, sekira pukul 02.05 Wita.Polisi lalu menyelidiki kasus pembunuhan Demas. Polda Sulbar memastikan pembunuhan Demas di Mamuju Tengah tidak terkait profesinya sebagai seorang jurnalis.

“Yang pasti saya jelaskan bahwa sementara motif (pembunuhan) yang kami temui, bukan terkait dengan kegiatan kewartawanan, sementara begitu, mudah-mudahan doakan, satu dua hari ini, kami sudah mendapat (penyebab kematian Demas),” ujar Kapolda Sulbar Brigjen Eko Budi Sampurno dalam keterangannya, Senin (24/8/2020) lalu.Visum et repertum yang dilakukan Tim Medis RSUD Mamuju Tengah menunjukkan Demas Laira dipastikan tewas dengan 17 luka tusukan di tubuhnya. Sebagian besar luka tusuk yang dialami Demas bersarang pada tubuh sebelah kiri.Polisi terus mengejar identitas pelaku dan motif menghabisi nyawa korban agar dapat segera terungkap. Namun minimnya barang bukti membuat polisi susah menangkap pelaku.”Memang sedikit ini (barang bukti), butuh perjuangan karena memang dari awal, mungkin rekan-rekan sudah ketahui bersama, kasus ini minim barang bukti yang kami temukan,” ujar Kapolres Mamuju Tengah AKBP Muhammad Zakiy di kantornya, Selasa (1/9/2020) lalu.Hingga akhirnya pada Selasa, 20 Oktober 2020, polisi menangkap enam pelaku di lokasi yang berbeda. Para pelaku ditangkap di beberapa lokasi.Berikut ini akhir pelarian 6 pelaku pembunuhan Demas Laira:6 Pelaku DitangkapEnam pelaku pembunuhan wartawan Demas Laira akhirnya ditangkap polisi.”Iya benar tim gabungan melakukan penangkapan,” kata Kabareskrim Komjen Listyo Sigit Prabowo, Rabu (21/10/2020).Enam pelaku itu ialah Syamsul (32), yang ditangkap di Mandar, Pohuwato, Gorontalo; Nawir (30) ditangkap di Karossa, Mamuju Tengah, Sulbar; Doni (20) ditangkap di Karossa, Mamuju Tengah, Sulbar; Haerudin (18) ditangkap di Karossa, Mamuju Tengah, Sulbar; Ilham (19) ditangkap di Karossa, Mamuju Tengah, Sulbar; serta Ali Baba (25) ditangkap di Pasangkayu, Sulbar.Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Ferdy Sambo mengatakan para pelaku pembunuhan Demas Laira ditangkap tim gabungan Subdit III Dittipidum Bareskrim, Ditkrimum Polda Sulbar dan Satresmob Ditkrimum Polda Sulsel, pada Selasa (20/10/2020).”Dijerat pasal berlapis, Pasal 170 Pasal 338 KUHP, 351 KUHP dengan ancaman hukuman penjara 15 tahun,” ujar Ferdy Sambo.

Informasi Dari : wikipedia.org

Lamongan Sudah Berstatus Zona Kuning Sejak Dua Hari Lalu

Lamongan – Lamongan menjadi satu dari 19 Kabupaten/Kota yang berstatus zona kuning penyebaran COVID-19. Status zona kuning ini berarti Lamongan memiliki risiko rendah dalam penyebaran COVID-19.Kabag Prokopim Lamongan Arif Bachtiar membenarkan jika Lamongan sudah menjadi zona kuning sejak 2 hari lalu. Zona kuning, menurut Arif, memiliki arti jika Lamongan memiliki resiko rendah penyebaran COVID-19.”Iya, zona kuning sejak 2 hari lalu,” kata Arif saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (21/10/2020).

Dikatakan Arif, data resmi dari Dinkes Lamongan menyebutkan di Lamongan saat ini ada sebanyak 52.926 orang berstatus Pelaku Perjalanan, 2243 Orang berstatus Kontak Erat, 1370 Orang berstatus Suspek, 55 Orang berstatus Probable dan 758 terkonfirmasi positif COVID-19.”Mari kita taati peraturan pemerintah untuk melakukan jaga jarak fisik dan sosial dan tetap memakai masker jika keluar rumah,” ajak Arif seraya meminta masyarakat untuk tetap waspada.Bupati Lamongan Fadeli juga mengaku bersyukur karena Lamongan beberapa hari ini sudah berada di zona kuning. Fadeli menyebut, Lamongan beberapa waktu lalu sudah sempat menjadi zona kuning kemudian oranye dan sekarang kuning lagi.”Alhamdulillah saat ini Lamongan sudah masuk zona kuning, sudah beberapa hari ini. Kita sudah pernah menjadi zona kuning beberapa hari lalu, kemudian jadi oranye lagi, agak lama. Dan minggu ini kita masuk pada zona kuning,” kata Fadeli.Sebagai ketua Satgas COVID-19 dan pemulihan ekonomi nasional di Lamongan, lanjut Fadeli, pihaknya bersama Polri dan TNI tetap terus bersinergi dan bekerja keras agar Lamongan bisa semakin cepat menuju zona hijau.”Semua bersinergi dan bekerja keras bagaimana agar cepat menuju hijau. Begitu juga dari sisi ekonomi, bisa bangkit kembali dimana salah satunya yaitu dengan menggelar job market fair ini dan terus melakukan sosialisasi dan pendampingan terhadap UMKM di Lamongan,” pungkas Fadeli.

(iwd/iwd)

Informasi Dari : wikipedia.org

Pria Diduga Gangguan Jiwa yang Ditembak Bripka D Mau Berobat di Situbondo

Surabaya – Polisi terus mendalami kasus penembakan pria diduga gangguan jiwa oleh Bripka D. Pria itu tewas dalam perjalanan ke Puskesmas terdekat di Situbondo.Tak hanya memeriksa pelaku Bripka D, sejumlah saksi juga telah dimintai keterangan oleh polisi. Salah satunya ayah dari korban berinisial KEAU (21) asal Surabaya itu.Keterangan yang dihimpun DavidHallcom, saat kejadian sang ayah berada di lokasi. Yakni di Hotel Papin Kecamatan Bungatan, Situbondo.

Awalnya, bersama koran ia bermaksud pergi ke Banyuwangi untuk mengobati penyakit korban. Kabarnya, jika kambuh KEAU sering mengamuk dan memukul.Di tengah perjalanan menuju Banyuwangi, keduanya bertemu seseorang di Situbondo. Orang itu bilang jika di Situbondo juga ada orang yang bisa menyembuhkan korban.”Makanya, bapak dan anak itu memutuskan menginap di sini (Situbondo, red). Tujuannya untuk berobat ke orang yang dibilang bisa menyembuhkan tadi,” kata Kapolres Situbondo, AKBP Achmad Imam Rifa’i, Rabu (21/10/2020).Saat bermalam itu, insiden yang berujung tewasnya KEAU terjadi, yakni Selasa (20/10) sekitar pukul 03.00 WIB. Sebelum melakukan penembakan, Bripka D berada di resepsionis hotel tersebut. Tiba-tiba korban datang dan menyerang Bripka D.

Informasi Dari : wikipedia.org

BNN Banten Musnahkan Ganja 301 Kilogram Kiriman Aceh

Serang – Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Banten memusnahkan 301 kilogram ganja kiriman Aceh. Pemusnahan dipimpin langsung oleh Kepala BNN Heru Winarko.Ganja seberat 301 kg ini hasil pengungkapan atas tersangka inisial S (32) dari Lampung. Ia ditangkap di Jalan Raya Pulo Panjang, Serang. Ganja diselundupkan melalui Pelabuhan Bojonegara.Kepala BNN Heru Winarko menjelaskan pengiriman ganja seperti ini dinilai konvensional. Tapi, kata dia, belakangan pengiriman ganja oleh bandar bergeser melalui kargo dan pesanan online langsung ke pemesan.

“Mereka lewat kargo, lewat online-online dan langsung ke rumah-rumah,” kata Heru di Jalan Syekh Nawawi Al Bantani, Serang, Rabu (21/10/2020).Menurut dia, peredaran narkoba di Banten masih jadi wilayah transit. Tapi, daerah seperti Tangerang jadi perhatian BNN karena ada pengedar di sana yang memiliki akses ke daerah lain.

Informasi Dari : wikipedia.org

Minta Rekan Dibebaskan, Massa Tolak Omnibus Law Datangi Polrestabes Medan

Medan – Massa demonstrasi menolak omnibus law UU Cipta Kerja (Ciptaker) mendatangi Polrestabes Medan. Mereka meminta rekannya yang diamankan dibebaskan.Massa yang tergabung dalam Akumulasi Kemarahan Buruh dan Rakyat (AKBAR) Sumut ini awalnya melakukan demo menolak omnibus law UU Ciptakerdi Jalan Gatot Subroto, Medan, Rabu (21/10/2020) sore.Keributan kemudian terjadi saat ada sejumlah orang yang diamankan. Massa aksi lalu melakukan protes.

Mereka kemudian mendatangi Polrestabes Medan di Jalan HM Said sekitar pukul 19.00 WIB. Massa lalu berorasi meminta rekannya yang diamankan segera dibebaskan.Hingga pukul 20.00 WIB, massa masih menunggu perwakilan yang masuk ke Polrestabes Medan. Belum diketahui berapa jumlah orang yang diamankan.Polisi terlihat membuat barikade di depan Polrestabes Medan. Sedangkan massa tampak duduk di jalan sambil menunggu perwakilannya yang masuk ke Polrestabes Medan.”Saat kami melakukan aksi, tiba-tiba teman kami dijemput tanpa ada surat keterangan. Kami tidak tahu kenapa,” kata pimpinan aksi AKBAR Sumut, Lusti Malau.”Semoga teman-teman kami dibebaskan,” sambungnya.Dalam aksinya, Massa AKBAR menuntut UU Cipta Kerja segera dicabut. Mereka juga menilai upaya judicial review ke Mahkamah Konstitusi (MK) adalah langkah yang sia-sia.

(haf/haf)

Informasi Dari : wikipedia.org

Hari Santri, Menag Minta Pesantren Tingkatkan Kewaspadaan COVID-19

Jakarta – Menteri Agama Fachrul Razi meminta pondok pesantren lebih meningkatkan kewaspadaan terhadap pencegahan wabah COVID-19. Menurutnya, pesantren menjadi salah satu titik rawan penyebaran virus ini.”Pesantren adalah entitas yang sangat rentan persebaran COVID-19. Maka kewaspadaan harus selalu ditingkatkan,” demikian bunyi teks pidato Menag yang dibacakan oleh Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa’adi di malam puncak peringatan Hari Santri 2020, di Kementerian Agama Jl. MH Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (21/10/2020) malam.Hadir dalam acara Rais Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, Masdar Faris Mas’udi dan Ketua Komisi VIII DPRRI Yandri Susanto, dan para undangan yang diatur dengan protokol kesehatan ketat dan rapid test. Peringatan Hari Santri tahun ini mengambil tema “Santri Sehat Indonesia Kuat”. Menag menilai keterbatasan fasilitas dan sarana kesehatan adalah titik lemah yang dapat menjadi pintu masuk penularan virus ini di pesantren. Pola interaksi dan komunikasi yang intens di dalam pesantren juga menjadi celah penyebaran virus Corona.

“Saya yakin, jika santri dan keluarga besar pesantren mampu melampaui pandemi ini dengan baik, insyaallah negara kita juga akan sehat dan kuat,” ujarnya.Untuk membantu meningkatkan layanan kesehatan, Kementerian Agama melalui Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren telah mengucurkan bantuan operasional pesantren sebesar Rp 2,4 triliun. Angka ini memang belum sebanding dengan jumlah pesantren yang mencapai 28.900 di seluruh Indonesia. Namun Menag berharap bantuan ini dapat meringankan beban pesantren.Di samping itu, Menag juga mengapresiasi beberapa pesantren yang berhasil melakukan upaya pencegahan, pengendalian, dan penanganan dampak pandemi di lingkungannya. Hal ini disebut menjadi bukti nyata bahwa pesantren memiliki daya tahan di tengah berbagai keterbatasan fasilitas yang ada.”Modal utamanya adalah tradisi kedisiplinan yang selama ini diajarkan kepada para santri, keteladanan dan sikap kehati-hatian kiai,” demikian keterangan Fachrul.Peringatan Hari Santri yang digelar di tengah pandemi ini, Menag pun menyampaikan penghargaan kepada para kiai dan santri pondok pesantren atas jasa-jasanya memperjuangkan kemerdekaan dan membangun bangsa ini. “Jangan pernah lelah untuk berkontribusi untuk negeri ini. Saya percaya, selama santri pondok pesantren terus berdedikasi demi bangsa, selama itu pula negara tercinta ini akan aman dan sentosa,” tuturnya.

(eva/eva)

Informasi Dari : wikipedia.org